Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Pukul KO Mantan Juara Dunia, Adrian Mattheis Bisa Jadi Role Model

Pukul KO Mantan Juara Dunia, Adrian Mattheis Bisa Jadi Role Model
Adrian Mattheis (ONE Championship)
Selasa, 15 Maret 2022 05:56 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Petarung Adrian Mattheis "Papua Badboy" mencatat kemenangan KO ronde kedua atas Alex Silva dari Brasil dalam pertarungan kelas bantam (56kg) ONE Champinship di Singapura, Jumat (11/3/2022) lalu. Kesuksesan petarung asal Papua yang bernaung di Tigershark Fighting Academy ini mengantarkannya menembus peringkat lima besar dunia.

"Alex Silva yang dipukul KO oleh Adrian Mattheis itu bukan lawan sembarangan. Alex Silva pernah memegang sabuk juara dunia dan menduduki peringkat 5 dunia. Kemenangan ini mengantarkan Adrian Mattheis menjadi petarung Indonesia pertama yang menempati posisi peringkat lima dunia. Sebagai Ketua Papua Top Team, saya bangga atas prestasi yang telah dicatat Andrian Mattheis asal Papua," kata Dede Barabas yang juga Ketua Yayasan Harapan Papua Bersatu saat dihubungi di Jakarta, Senin (14/3/2022).

"Kesuksesan Adrian Mattheis ini bukan hanya bisa menjadi aspirasi bagi anak-anak Papua tetapi juga jadi role model bagi anak muda daerah lainnya yang ingin menekuni olahraga beladiri campuran," timpal Ketua Pengprov KBI DKI Jakarta, Yoko Arthi Budiman sekaligus pemilik Sasana Siam Papua Top Team yang menjadi tempat latihan Adrian Mattheis dalam menjalani persiapan.

"Semua kesukesan ini tidak terlepas dari doa dari mama dan papa di Sorong, Papua Barat. Dan, saya bersyukur bisa menjadi petarung Indonesia asal Papua yang mampu menembus peringkat 5 besar dunia," kata Adrian Mattehis.

Dengan hasil kemenangan ini, Adrian Mattheis yang berusia 29 tahun telah mencatat 10 kali menang dan 5 kalah (2 KO) sedangkan Alex Silva berusia 38 tahun dengan rekor 11 kemenangan dan 7 kali kalah (1 KO).

GoNews.co Adrian Mattheis saat melepaska
Adrian Mattheis saat melepaskan pukulan (ONE Championship)

Saat ini, juara kelas bantam ONE Championship dipegang petarung asal Filipina, Joshua Pacio. "Saya akan terus berlatih untuk mempersiapkan diri menghadapi pertarungan selanjutnya. Dan, saya siap menghadapi Joshua Pacio setiap saat. Karena, saya memang punya target mendapatkan sabuk juara dunia ONE Championship," tegas putra pertama dari dua bersaudara pasangan Philipus Mattheis dan Jusmin Tempomissa.

Ada yang menarik dari pria kelahiran Halmahera, Maluku Utara, 14 Mei 1993. Dia sangat menyayangi kedua orang tuanya. Bukan hanya sudah menghadiahkan sebuah rumah dari hasil bayaran pertarungannya di ONE Championship dan juga bonus perunggu SEA Games Filipina 2019 saat tampil memperkuat Tim Kickboxing Indonesia. Namun, dia sudah mengambil tanggung jawab membiayai pendidikan adiknya dan juga sepupunya yang sejak menjadi yatim piatu tinggal bersama kedua orangtuanya.

"Bapak saya hanya sopir mobil truck kelapa sawit di Sorong. Makanya, saya mengambil tanggung jawab dengan membiayai pendidikan adik perempuan saya dan juga sepupu yang sudah saya anggap adik sendiri. Dan, saya juga ingin mengumpulkan uang untuk membelikan mobil bagus buat kedua orang tua. Ini memang sudah niat saya sejak dulu," ungkapnya.

Bukan hanya sukses menjadi petarung, tetapi Adrian Mattheis juga sukses di pendidikan. Dia memiliki gelar S-1 perikanan. Bahkan, pegawai Perikanan ini ingin melanjutkan pendidikan untuk meraih S-2 Sumber Daya Perairan. "Saya ingin hidup bermanfaat dan bisa membangun Papua serta membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak Papua. Makanya, saya mau mengambil S-2 Sumber Daya Perairan," jelasnya.

Masa kecil Adrian Mattheis yang pernah menjadi juara Turnamen ONE Strawweight Indonesia pada 2016 diwarnai oleh latar belakang yang cukup pelih. Adrian Mattheis kecil turut merasakan dampak konflik Ambon yang membuat keluarganya pindah ke Sorong demi mencari kehidupan yang lebih baik.

Sebelum menekuni olahraga bela diri campuran, Adrian mengaku sempat bergabung ke klub sepak bola Persiram Raja Ampat junior. Dia menekuni bela diri, khususnya karate karena sering di bully saat duduk di bangku SMA dan perguruan tinggi sekitar tahun 2013.

Kegemaran Adrian akan seni bela diri kian menguat, saat dirinya bertemu dengan sosok Zuli Silawanto. Pelatin Tim Nasional (Timnas) Kickboxing pada Kejuaraan Kickboxing Dunia di Italia 2021 ini adalah sosok pelatih yang menjadi pelatih utamanya di Tigershark Fighting Academy. Berkat gemblengan Zuli Silawanto, Andrian Mattheis pun menjelma menjadi pribadi tangguh seperti sekarang. ***

wwwwww