Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Solar Tiba-tiba Langka, Pertamina Jangan Cuek Dong!

Solar Tiba-tiba Langka, Pertamina Jangan Cuek Dong!
Ilustrasi SPBU yang kehabisan solar. (Foto: Bisnis Indonesia)
Jum'at, 18 Maret 2022 10:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Menyusul kabar terjadinya kelangkaan BBM jenis solar di beberapa wilayah di Sulawesi, Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, minta Pertamina segera ambil tindakan.

Pertamina menurutnya harus segera ambil tindakan dan jangan cuek mendengar kabar kelangkaan yang terjadi. Sebab, bila kondisi ini dibiarkan dapat menyebabkan terganggunya distribusi dan kegiatan ekonomi masyarakat.

"Meskipun harga BBM dunia sedang tinggi, menyusul meletusnya perang Rusia-Ukraina dan ditengarai subsidi solar yang diberikan Pemerintah tidak memadai, Pertamina harus tetap menyediakan dan mendistribusikan BBM jenis solar ini secara konsisten. Ini adalah tugas yang bersifat mandatori dari negara untuk dijalankan Pertamina," kata Mulyanto kepada GoNews.co, Jumat (18/3/2022).

Mulyanto menegaskan Pertamina jangan akal-akalan seperti kasus Premium sebelumnya, di mana diduga sengaja menahan distribusi solar bersubsidi untuk menekan kerugian lebih banyak lagi. Akibatnya BBM jenis ini langka di pasaran. Padahal sekarang masih bulan Maret, dimana alokasi solar bulanan masih dapat digeser antar bulan.

Menurut Mulyanto Pemerintah sudah membagi 3 jenis BBM yang disediakan dan didistribusikan oleh Pertamina, yakni BBM bersubsidi, BBM dalam penugasan dan BBM umum.

Untuk BBM bersubsidi solar B-30, selama tahun 2022, pemerintah mengalokasikan dua jenis subsidi. Pertama dari dana iuran kelapa sawit melalui BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) sebesar Rp35,41 triliun. Kemudian melalui dana APBN sebesar Rp 500 per liter untuk sejumlah 15 juta kiloliter solar.

"Itu adalah dana yang cukup besar. Kalau memang dirasakan tidak mencukupi, maka Pertamina dapat mengajukan perbaikan skema subsidi tersebut kepada Pemerintah dan DPR, melalui mekanisme APBN-Perubahan tahun 2022 tidak dengan cara yang merugikan masyarakat, seperti menahan-nahan distribusi solar di lapangan," terang politisi PKS ini.

Sebagai informasi, dilaporkan terjadi kelangkaan solar di Pare-Pare, Makasar, Tana Toraja, dll. Tidak adanya solar membuat sejumlah truk mogok akibat kehabisan BBM. Truk yang mogok di tengah jalan ini mulai terjadi setelah BBM jenis solar langka di SPBU, yang memaksa mereka membeli solar eceran. Kondisi ini sudah mulai dirasakan sejak satu bulan terakhir. Antrian truk yang ingin mengisi BBM pun terus terjadi di sejumlah SPBU di beberapa kota. Pertamina beralasan kelangkaan ini akibat permintaan solar sedang tinggi.***

wwwwww