Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Setelah Kominfo, DPD juga Dorong E-voting

Setelah Kominfo, DPD juga Dorong E-voting
Ilustrasi e-voting dalam Pemilu. (gambar: dok. ist.)
Selasa, 29 Maret 2022 14:06 WIB
JAKARTA - Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin menyatakan dorongannya agar Pemilu mendatang sudah menggunakan e-voting atau pencoblosan secara elektronik. Demikian kutipan pernyataan resmi yang diterima, Selasa (29/3/2022) di Jakarta.

Setidaknya, ada beberapa alasan kenapa Sultan mendorong E-voting. Diantaranya;

1) Efisiensi anggaran

Menurut Sultan, E-voting bisa menghemat anggaran pemilu secara signifikan.

2) Kondisi demografis dan geografis Indonesia

Ia beranggapan, demografi dan geografi Indonesia recommended untuk sistem e-voting, selama infrastruktur teknologi internet memadai dan menjangkau ke semua wilayah.

"Saya kira sisa waktu dua tahun cukup untuk memperbaharui sistem pemilu langsung yang ada saat ini," kata Sultan sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

3) Tingkat pengguna internet Indonesia

Per Januari 2021, data Sultan menyebut, pengguna internet secara nasional tembus 202,35 juta pengguna atau 76,8%.

"Itu angka yang sangat relevan dengan syarat minimal partisipasi pemilu masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menilai digitalisasi dalam Pemilu sangat mungkin dilakukan. Hal itu Ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Digitalisasi Pemilu untuk Digitalisasi Indonesia yang berlangsung secara hibrida dari Hilton Resort Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (22/03/2022) malam, pekan lalu.

"Pengadopsian teknologi digital dalam giat Pemilu memiliki manfaat untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi dalam proses kontestasi politik yang legitimate baik dalam tahapan pemilih, verifikasi identitas pemilih, pemungutan suara, penghitungan suara hingga transmisi dan tabulasi hasil pemilu," kata menteri dari Partai NasDem itu.

Johnny mengungkapkan, "KPU sudah lama juga menyiapkan (digitalisasi Pemilu, red),".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, Nusantara, DKI Jakarta
wwwwww