Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  PON

Perempuan, Demi Ekosistem Perfilman yang Lebih Baik

Perempuan, Demi Ekosistem Perfilman yang Lebih Baik
PESONA PARA DUTA: Shenia Cinnamon (bawah) menempelkan kepalanya di lengan Marsah Timothhy. Di belakangnya, Cut Mini duduk di sebelah kanan Prilly Latuconsina. Empat aktris perempuan itu menjadi wajah FFI 2022. (Foto: dok. FFI)
Minggu, 03 April 2022 18:31 WIB
JAKARTA - Perempuan: Citra, Karya, dan Karsa. Demikian tema yang FFI usung tahun ini. Peran perempuan yang kian kentara dalam industri film tanah air, mau tak mau, memaksa FFI mengarahkan sorot lampunya ke sana.

CUT Mini, Marsha Timothy, Prilly Latuconsina, dan Shenina Cinnamon. Empat pelakon berparas cantik itu adalah wajah FFI 2022.

Dalam jumpa pers daring Rabu (30/3), Ketua Komite FFI 2021–2023 Reza Rahadian memperkenalkan keempatnya sebagai duta FFI. Melengkapi pesona perempuan dalam industri film Indonesia, FFI menjadikan Miss Roekiah sebagai ikon.

Miss Roekiah adalah seniman yang mengawali kariernya dari musik keroncong pada sekitar 1924. Dia lebih dulu dikenal sebagai penyanyi sebelum berkiprah di dunia seni peran. Baik di panggung pertunjukan maupun layar lebar. Dalam bukunya A to Z About Indonesian Film, Ekky Imanjaya menyebut Miss Roekiah sebagai aktris serbabisa berdarah Sunda-Belitung.

Bersamaan dengan diangkatnya tema peran kaum hawa oleh FFI, para sineas dan aktris perempuan sedang lantang menuntut perbaikan ekosistem perfilman.

Mereka mendesak terciptanya ruang aman dalam industri perfilman nasional. Sejak awal Februari, tagar #BerpihakPadaKorban dan #RuangAmanSinema wara-wiri di akun media sosial (medsos) para selebriti.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww