Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Mantan Jubir Istana: Dua Periode Harga Mati!

Mantan Jubir Istana: Dua Periode Harga Mati!
Mantan Jurubicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman. (foto: Istimewa)
Rabu, 06 April 2022 21:42 WIB

JAKARTA - Dukungan agar Presiden Joko Widodo mencukupkan masa jabatan selama dua periode saja mulai datang dari lingkaran terdekat.

Mantan Jurubicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman seolah menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden dengan mengunggah sebuah gambar dalam akun media sosial pribadinya. "DUA PERIODE HARGA MATI !” tulis Fadjroel dalam gambar tersebut, Rabu (6/4).

Dalam kicauannya, dia mengajak masyarakat untuk percaya dengan komitmen Presiden Joko Widodo pada demokrasi di negeri ini. "Kita percaya pak @jokowi," tutur Dutabesar RI untuk Kazakhstan itu membalas warganet.

Wacana penundaan Pemilu 2024 yang berujung pada penambahan masa jabatan presiden, mulanya didengungkan kembali oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Petinggi partai koalisi seperti Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan turut menyambut wacana itu.

Bahkan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan turut menyatakan adanya big data yang berisi 110 juta pengguna media sosial memiliki kecenderungan ingin pemilu ditunda.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww