Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Brimob Meninggal saat Amankan Demo 11 April Diduga Akibat Keracunan Gas Air Mata

Brimob Meninggal saat Amankan Demo 11 April Diduga Akibat Keracunan Gas Air Mata
Ipda Imam Agus Husein meninggal dunia usai mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa yang berujung bentrok di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara. (Foto: Istimewa)
Selasa, 12 April 2022 18:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Gugurnya Ipda Imam Agus Husein usai mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa yang berujung bentrok di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara meninggalkan duka mendalam bagi korps Brimob Polri, Senin (11/4/2022).

Perwira pertama Polri ini meninggal dunia di RS Bhayangkara III Kendari sekitar pukul 17.30 Wita. Berdasarkan informasi, sebelum meninggal korban mengalami keluhan sesak napas dan nyeri di dada.

Di mana sebelumnya, Ipda Imam Agus Husein mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa yang berujung bentrok di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara.

Diduga Ipda Imam Agus Husein mengalami sesak napas karena menghirup gas air mata saat menjalankan tugas. Di mana anak buahnya saat membubarkan massa yang mulai brutal menembakkan gas air mata.

Sementara Kabag ops Polresta Kendari, Kompol Jupen Simanjuntak membenarkan informasi meninggalnya perwira polisi tersebut. "Iya, satu anggota meninggal dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara," ujar Jupen.

Jupen menambahkan Ipda Imam diketahui bertugas di Satuan brimob Polda Sultra, sementara untuk kronologis dan penyebab kematian personel belum diketahui. "Yang meninggal dari satuan Brimob Polda, untuk kronologis belum ada informasi kami masih di lapangan," pungkasnya.***

wwwwww