Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
22 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Olympic

Edukasi Literasi Finansial ke Warga Cianjur, Wakil Ketua MPR Apresiasi OJK

Edukasi Literasi Finansial ke Warga Cianjur, Wakil Ketua MPR Apresiasi OJK
Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mengapresiasi program penyuluhan jasa keuangan yang digagas OJK. (foto: Istimewa)
Rabu, 20 April 2022 23:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mengapresiasi program penyuluhan jasa keuangan yang digagas OJK terutama yang ditujukan bagi masyarakat terdampak pandemi. Program tersebut dirasa tepat karena memberikan edukasi kepada masyarakat agar melek finansial.

Dari program tersebut diharapkan masyarakat cerdas dan bijak dalam memanfaatkan berbagai platform digital, sehingga masyarakat bisa cerdas dan bijak dalam memanfaatkan berbagai platform digital. Sasarannya rakyat tidak terjebak pada penipuan online, transaksi digital ilegal, dan berbagai jenis penipuan berbasis teknologi lainnya.

Menurut Syarief, di era penggunaan gadget ini sangat penting memberikan edukasi kepada rakyat agar tidak salah dan tergiur dengan beragam modus penipuan online. Apalagi akhir-akhir ini ada banyak jenis sekali platform digital yang menawarkan berbagai skema pinjaman dan investasi yang ternyata merugikan masyarakat banyak.

"OJK sebagai lembaga negara yang berwenang melakukan pengaturan dan pengawasan terintegrasi di sektor jasa keuangan memiliki peran sentral dalam memastikan rakyat aman dan nyaman melakukan transaksi keuangan," ujar Syarief dalam keterangan tertulis, Rabu (20/4/2022).

Lebih lanjut Politisi Senior Partai Demokrat ini menyatakan bahwa nilai transaksi digital yang memanfaatkan teknologi finansial (financial technology) berjumlah sangat fantastis. OJK merilis bahwa sampai bulan Februari 2022, akumulasi penyaluran pinjaman kepada penerima pinjaman telah mencapai angka Rp 326,3 triliun.

Dengan jumlah rekening peminjam sebanyak 76,6 juta, dan 559,3 juta jumlah transaksi penerima pinjaman. Ini membuktikan OJK memiliki peran penting dan krusial untuk memastikan berbagai transaksi berbasis digital tersebut aman dan sesuai regulasi.

Di sisi lain, Profesor di bidang Strategi Manajemen Koperasi dan UMKM ini mengingatkan penggunaan teknologi digital dalam transaksi finansial juga menyimpan celah bagi pelaku kejahatan.

Sebagaimana yang ramai sekarang terjadi, yakni pinjaman online ilegal, investasi bodong, maupun perjudian digital. Ini juga yang menjadi landasan mengapa edukasi kepada rakyat menjadi kunci utama agar tidak ada lagi korban, atau setidaknya dapat diminimalisir.

Syarief memaparkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan RI (PPATK) merilis bahwa sepanjang 20 tahun terakhir, jumlah transaksi mencurigakan sebanyak 247 juta laporan. Jadi tidak aneh jika Satuan Tugas Waspada Investasi OJK mencatat selama 10 tahun terakhir jumlah kerugian investasi bodong mencapai Rp 117,5 triliun.

Syarief menuturkan hal tersebut harus menjadi atensi bahwa teknologi seperti dua sisi mata uang, ada prospek dan manfaatnya, tetapi juga punya resiko jika disalahgunakan. Disinilah pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada rakyat.

"Karena itu, saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada OJK yang telah memfasilitasi program literasi finansial yang ditujukan kepada masyarakat terdampak COVID-19 bagi warga Cianjur yang juga daerah pemilihan saya. Kegiatan seperti ini perlu digalakkan agar rakyat semakin melek teknologi finansial dan bijak menggunakan berbagai platform digital yang ada," kata Syarief.***

wwwwww