Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Kejuaraan Bulutangkis Asia 2022

Kalahkan Peraih Penggu Olimpiade 2020 Tokyo, Pramudya/Yeremia Juara

Kalahkan Peraih Penggu Olimpiade 2020 Tokyo, Pramudya/Yeremia Juara
Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan berada di podim juara. (Foto: Humas PP PBSI)
Minggu, 01 Mei 2022 20:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MANILA - Pasangan ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan mendapat kalungan medali emas pada Kejuaraan Bulutangkis Asia 2022. Di laga final, Pramudya/Yeremia mengalahkan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Aaron Chia/Soh Wooi Yik asal Malaysia dua gim langsung, 23-21, 21-10.

Bertanding di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Minggu (1/5/2022), Pramudya/Yeremia memulai laga dengan terus tertinggal, 7-11, 10-14 hingga 13-17.

Beruntung mereka mampu bangkit dan membalikkan keadaan di akhir-akhir laga. Bermula dari skor 18-18, 19-19 lalu setting dan akhirnya berakhir dengan 23-21. "Di gim pertama kami memang masih kurang tenang, terlalu terburu-buru," ucap Yeremia.

"Tadi di gim pertama kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Tetapi pelan-pelan kami bisa mengejar mereka. Menang di gim pertama menjadi kunci kami bisa mengalahkan mereka. Di gim kedua kami coba menekan terus karena sudah enak mainnya dan mereka sepertinya jadi tidak percaya diri dan goyah," tambah Pramudya.

Gelar ini membuat Merah-Putih melepas dahaga juara Asia selama tujuh tahun. Terakhir, Indonesia meraih gelar di ajang ini adalah pada tahun 2015 melalui ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Sedangkan di ganda putra, Pramudya/Yeremia meneruskan takhta Markis Kido/Hendra Setiawan yang menjadi juara di tahun 2009. "Kami sangat senang bisa juara di sini. Kami datang dengan status underdog, bukan unggulan tapi bisa sampai juara. Kemarin setelah final saja kami sudah bersyukur," kata Pramudya.

"Terima kasih untuk semua tim PBSI dan pelatih karena kami bisa juara berkat mereka juga. Dan yang paling penting gelar ini untuk Indonesia," sahut Yeremia.

Pramudya/Yeremia memang pantas menjadi juara. Setelah mendapat bye di babak 32 besar, mereka secara beruntun mengalahkan unggulan-unggulan.

Dimulai dari Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (6/Malaysia) di babak 16 besar, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (2/Jepang) di perempat final, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (4/Indonesia) di semi final hingga Aaron Chia/Soh Wooi Yik (5/Malaysia) di final.

"Kami melihat Bagas/Fikri luar biasa mampu juara All England. Kami termotivasi dari sana dan ingin menunjukkan bahwa kami juga bisa," ungkap Pramudya.

"Semoga gelar ini menjadi pacuan kami untuk lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya dan bisa konsisten," timpal Yeremia. ***

wwwwww