Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ketimbang Anak Jokowi, PDIP Lebih Berpeluang Usung Anak BG di Pilgub Jateng

Ketimbang Anak Jokowi, PDIP Lebih Berpeluang Usung Anak BG di Pilgub Jateng
Anak Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Mochamad Herviano. (foto: Istimewa)
Senin, 09 Mei 2022 16:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Tensi hubungan politik antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Joko Widodo bakal mempengaruhi keputusan partai untuk pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah (Jateng).

Begitu analisis Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menanggapi beredarnya nama anak Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Mochamad Herviano, yang potensial diusung PDIP di Pilgub Jateng ketimbang Gibran.

"Memang kedekatan Budi Gunawan dengan Mega menjadi acuan diusung PDIP pada 2024 mendatang," ujar Jerry, Senin (9/5/2022).

Di samping itu, Jerry menilai ketidaksepahaman antara Megawati dan Jokowi terkait Pilpres 2024 juga menjadi batu sandungan Gibran untuk berkarir ke jenjang politik yang lebih luas.

Pasalnya, Jokowi belakangan memberikan tanda-tanda dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang berniat maju sebagai capres 2024. Sementara elite-elite PDIP sendiri tak menunjukkan dukungannya kepada Ganjar, justru mengarah pada Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Apalagi kalau kita melihat grafik kemiskinan di Jateng sangat tragis; belum lagi kasus Wadas lalu," bebernya menambahkan.

Maka dari itu, Jerry tak begitu yakin peluang Gibran maju di Pilgub Jateng terbuka lebar dari PDIP. Sebab menurutnya, dengan kejadian politik yang ada sekarang ini, kemungkinan Megawati tak ingin gaya kepemimpinan Ganjar terulang, dan akhirnya membuat PDIP terpuruk di perhelatan politik selanjutnya.

"Secara hitung-hitungan politik agak sulit bagi PDIP mengandalkan Gibran apalagi hubungan Jokowi dan Mega kurang harmonis," demikian Jerry.***

wwwwww