Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
22 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Non Olympic
SEA Games 2021 Vietnam, 12-23 Mei 2022

SEA Games 2021 Vietnam Jadi Titik Awal Perubahan Paradigma Baru Olahraga Indonesia

SEA Games 2021 Vietnam Jadi Titik Awal Perubahan Paradigma Baru Olahraga Indonesia
Menpora Amali. (Foto: Humas Kemenpora)
Selasa, 10 Mei 2022 00:14 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali berharap SEA Games 2021 Vietnam menjadi titik awal perubahan paradigma baru terhadap olahraga Indonesia. Hal itu disampaikan Menpora Amali saat Live Interview Program CNN News Cast secara virtual dari Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (9/5/2022) malam.

SEA Games 2021 Vietnam ini adalah titik awal tentang paradigma baru pengiriman atlet ke multievent sebagaimana dalam DBON. Olimpiade menjadi targetnya. "Saat ini bagaimana kita memperbanyak atlet-atlet kita yang lolos kualifikasi di olimpiade dengan cabor unggulan yang olimpic number," harap Menpora Amali.

"Memang memulai hal yang baru membuat kita tidak nyaman tetapi saya yakin dengan ketidaknyamanan ini hasilnya akan kita petik beberapa tahun kedepan," pungkasnya.

Menpora Amali kembali mendorong dan berharap dengan tidak diberangkatkannya semua cabang olahraga ke multievent, dapat menjadi pemacu dan pemicu agar semua stakeholder semakin ketat membina cabang olahraganya. "Ini sekaligus menjadi pelajaran. Pelajaran untuk kita semua stakeholder olahraga nasional," kata Menpora Amali

Dengan adanya Perpres 86 tahun 2021, Menpora Amali ingin para stakeholder olahraga nasional dapat menjadikan acuan agar membina olahraga menggunakan desain olahraga yang telah ditetapkan.

"Kita harus berubah cara membinanya dan memiliki target-target serta parameter agar membina cabang olahraga tidak bisa lagi dengan cara-cara hanya by accident seperti yang sebelumnya," jelasnya.

Menpora Amali kembali mengingatkan bahwa ke depan pengiriman atlet ke multievent akan melalui syarat-syarat yang ketat demi pencapaian prestasi level dunia.

"Yang saat ini masih agak ringan. Masih banyak berdasarkan dokumen, tetapi untuk SEA Games 2023 atau Asian Games itu akan ditambah lagi dengan pengukuran-pengukuran secara fisik dan semakin ketat," ujar Menpora Amali.

"Dengan semakin ketat cara pengukuran ini, saya berharap semua stakeholder dan para pembina di cabor semakin membuat standar-standar yang ketat bahwa atlet yang benar-benar berprestasi yang akan dikirim dan yang belum harus ditingkatkan kembali prestasinya," tambahnya. ***

wwwwww