Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

BUMD Jakarta Jamin Hewan Ternak Dipasok dari Daerah Bebas PMK

BUMD Jakarta Jamin Hewan Ternak Dipasok dari Daerah Bebas PMK
Ilustrasi sapi ternak. (foto: ist. via mediatani)
Selasa, 17 Mei 2022 14:17 WIB
JAKARTA - Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/5/2022), pihaknya memastikan bahwa daging maupun sapi hidup dan hewan ternak lain yang dipasok ke Ibu Kota dalam kondisi aman dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) karena didatangkan dari daerah yang masih bebas PMK.

"Kami memastikan bahwa sumber sapi yang kami ambil selama ini dari tempat yang aman," kata Endra dikutip GoNEWS.co dari Antara.

Selama ini, terang Endra, untuk kebutuhan daging sapi salah satunya dipasok dari impor yang sebagian besar didatangkan dari Australia dan Brazil dalam bentuk daging beku. Sedangkan sapi hidup didatangkan dari Jawa Barat, Lampung,  Nusa Tenggara Barat, dan dari Blora Jawa Tengah.

Meski memastikan sumber sapi dari daerah yang aman PMK, namun ia tetap memberlakukan prosedur ketat dengan memeriksa sapi ketika baru tiba di Jakarta.

Sapi yang terindikasi memiliki penyakit mulut dan kuku, maka langsung akan dikarantina untuk mencegah penularan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww