Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Voli

Menteri BUMN Bicara Semangat Reformasi 1998

Menteri BUMN Bicara Semangat Reformasi 1998
Menteri BUMN Erick Thohir dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist.)
Selasa, 17 Mei 2022 15:32 WIB
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan kepada wartawan, Selasa (17/5/2022), dirinya menjadikan nilai-nilai reformasi 1998 sebagai bagian dalam memperbaiki BUMN.

"Saya menemukan sebuah tema penting yang sejalan dengan reformasi yaitu transformasi kebangsaan. Reformasi 1998 telah mengubah bentuk kehidupan politik dan ekonomi Indonesia yang menjadi modal untuk sebuah transformasi kebangsaan," ujar Erick dikutip GoNEWS.co dari Republika.co.id di Jakarta.

Erick menjadikan transformasi kebangsaan sebagai tema pokok dalam memimpin Kementerian BUMN. Kata Erick, BUMN adalah milik rakyat dan dia selalu berpikir bagaimana BUMN bisa bermanfaat untuk rakyat Indonesia.

"Kita harus jadi mitra penguatan ekonomi rakyat dan membentuk ekosistem ekonomi nasional yang berdaulat," ucap Erick.

Menurut Erick, abad 21 adalah abad yang paling menantang dalam sejarah peradaban manusia. Bangsa Indonesia, lanjut Erick, terutama generasi yang hidup di zaman ini memiliki tugas besar dalam melakukan transformasi kebangsaan.

"Kita harus siap menghadapi perubahan. Karena itu, dibutuhkan sikap mental yang konstruktif untuk bersaing di zaman ini," lanjut Erick.

Erick tak menampik jika hal ini merupakan tugas yang tidak mudah. Terlebih berada di arus media sosial yang kerap diisi oleh mereka yang menyimpangkan informasi, membakar sentimen perbedaan, dan menebalkan kebencian dengan politik identitas.

Erick menilai seluruh elemen bangsa tidak boleh berhenti dari kemajuan yang telah dicapai pemimpin bangsa dan harus berbuat lebih baik dari masa sebelumnya.

"Saya berharap semangat reformasi masih terus hidup menjadi salah satu modal bagi transformasi kebangsaan menuju Indonesia yang adil dan makmur. mari berjalan bersama ke depan memetik pelajaran berharga di masa lalu dan jangan pernah mengulangi tragedi yang mengorbankan sesama anak bangsa, mereka yang melupakan sejarah akan dihukum sejarah," ungkap Erick.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww