Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
24 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
22 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Non Olympic
SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam, 12-23 Mei 2022

Okto Tanyakan Sekjen IWF Soal Angkat Besi di Olimpiade 2024 Paris

Okto Tanyakan Sekjen IWF Soal Angkat Besi di Olimpiade 2024 Paris
Oko dan Cdm Kontingen Indonesiam Ferry J Kono bersama Sekjen IWF, Mohammed Hasan Jalood Al-Shammar. (Foto: NOC Indonesia)
Sabtu, 21 Mei 2022 02:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution
HANOI - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari benar-benar memanfaatkan keberadaan di SEA Games 2021 Vietnam dalam memperkuat jejaring diplomasi internasional. Termasuk saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal Federasi Angkat Besi Internasional (IWF), Mohammed Hasan Jalood Al-Shammari yang hadir di Negeri Naga Biru.

Dalam kesempatan tersebut, Okto -sapaan karib Raja Sapta- menanyakan langsung komitmen IWF dalam mengupayakan dipertandingkannya angkat besi di Olimpiade 2024 Paris. Hal ini dilakukan sebagai langkah NOC Indonesia untuk memastikan lifter- lifter dapat terus mengukir prestasi di kancah dunia.

“IWF berkomitmen menjaga angkat besi dapat dipertandingkan di Olimpiade,” kata Jalood kepada Oktohari.

“Komitmen tersebut kami buktikan langsung dengan memberikan dana sebesar US$ 3 juta kepada ITA (International Testing Agency) untuk memastikan bahwa tak ada doping di angkat besi. Kami berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan yang sehat di olahraga, khususnya di angkat besi.”

ITA adalah Organisasi Non-Provit yang bertugas mengimplementasikan program anti-doping kepada federasi olahraga internasional, panitia penyelenggara major event atau organisasi lainnya. ITA dibentuk pada 2018 di bawah supervisi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) dan Komite Olimpiade Internasional (ITA).

Akhir Desember 2021, IOC memberi lampu kuning kepada tiga cabor jika mau tetap dipertandingkan hingga LA 2028, yakni tinju, angkat besi, dan modern pentathlon. IOC memberi tenggat hingga IOC Session 2023 kepada ketiga federasi internasional terkait untuk berbenah, khususnya terkait tata kelola organisasi yang sempat dilanda rentetan kasus doping.

“Kami tak sekadar ingin menjaga angkat besi hingga Olimpiade Paris ataupun Los Angeles, tetapi juga Olimpiade ke depan,” kata Jalood.

Sementara itu, Okto mengapresiasi langkah IWF yang berkomitmen penuh memastikan angkat besi tetap dipertandingkan di Olimpiade. Sebab, tambah Okto, angkat besi merupakan cabor andalan Indonesia di Olimpiade karena selalu berhasil pulang membawa medali ke Tanah Air.

“Saya katakan kepada IWF bahwa angkat besi harus tetap bisa dipertandingkan di Olimpiade karena menjadi cabor andalan Indonesia dan Sekjen IWF juga mengatakan tak perlu khawatir,” kata Okto. “Jadi mulai sekarang lifter kita tak perlu lagi gelisah. Tugas kalian fokus berlatih agar dapat lolos kualifikasi Olimpiade.”

Langkah yang dilakukan Okto sekaligus memenuhi janjinya, bahwa NOC Indonesia tidak akan membiarkan PB PABSI berjuang sendirian memperjuangkan angkat besi.

“Bagi saya kepentingan atlet dan cabor itu adalah fokus utama NOC Indonesia. Saya bahkan meminta langsung kepada IWF untuk bisa menggelar turnamen kualifikasi angkat besi di Indonesia, dan disetujui. Jadi saya berharap kesempatan ini bisa dimanfaatkan maksimal oleh PABSI dan atlet-atlet kita untuk bisa lolos ke Olimpiade sebanyak-banyaknya,” kata Okto. ***

wwwwww