Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Trending Tagar #TangkapEkoKuntadhi, Netizen: Kalau Nggak di Kandangin Bisa Mati di Jalan Nih Orang

Trending Tagar #TangkapEkoKuntadhi, Netizen: Kalau Nggak di Kandangin Bisa Mati di Jalan Nih Orang
Uas dan Eko Kunthadi. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 21 Mei 2022 13:15 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Baru-baru ini pemberitaan terkait UAS (Ustadz Abdul Somad) dideportasi pihak Singapura menjadi sorotan netizen.

Diketahui alasan UAS ditolak tersebut karena, menurut MHA Singapura, Ustadz Abdul Somad menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasionis, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.

Selain itu, UAS juga dianggap memperbolehkan bom bunuh diri dengan tujuan syahid dalam konteks konflik Israel-Palestina dalam khotbahnya.

Sehubungan dengan itu, pada 20 Mei 2022 kemarin, Eko Kuntadhi mengunggah tangkapan layar sebuah pemberitaan yang memberitakan kedatangan UAS di Madura. "Hari ini, Ratusan Santri Bakal Gelar Aksi Tolak Kedatangan Ustadz Abdul Somad di Madura," tulisan dalam judul berita tersebut.

Diduga pemberitaan itu hoax atau palsu, pasalnya banyak dari netizen yang menyangkal hal tersebut dengan mengunggah bukti keberadaan Ustad Abdul Somad yang diterima dengan baik oleh warga Madura.

Banyak dari netizen yang menyatakan cuitan Eko Kuntadhi sebagai pemicu perpecahan dan perdebatan antara masyarakat. Hal itulah yang membuat nama Eko Kuntadhi trending dan mendapat tudingan sebagai anak PKI (Partai Komunis Indonesia).***

wwwwww