Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
21 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  PON

Rieke 'Oneng' Raih Gelar Doktor Ilmu Komunikasi, Disertasinya Ngeriii...

Rieke Oneng Raih Gelar Doktor Ilmu Komunikasi, Disertasinya Ngeriii...
Politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka alias Oneng (tengah) dalam foto bersama di FISIP UI, Depok, Jawa Barat, Rabu, 25 Mei 2022. (foto: ist.)
Kamis, 26 Mei 2022 22:03 WIB
DEPOK - Rieke Diah Pitaloka meraih gelar doktor dari Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI, Depok, Jawa Barat, kemarin. Politikus PDI Perjuangan itu menjadi Doktor Bidang Ilmu Komunikasi FISIP UI ke-124 dan Doktor perempuan ke-63.

Menurut laman resmi FISIP, disertasi Rieke yang berjudul 'Kebijakan Rekolonialisasi: Kekerasan Simbolik Negara Melalui Pendataan Perdesaan'.

"Sintesa yang diusulkan dari disertasi ini adalah bagaimana membangun sistemik kebijakan publik berdasarkan pendataan desa berbasis pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga memungkinkan lebih banyak ruang untuk komunikasi dan partisipasi," menurut Rieke sebagaimana dikutip GoNEWS.co di Jakarta, Kamis (26/5/2022).

Disertasi pelakon Oneng dalam sinetron Bajaj Bajuri ini membongkar kekerasan negara yang beroperasi melalui data yang tidak menggambarkan kondisi dan kebutuhan rill rakyat. Sehingga mengakibatkan monopoli sumber daya publik berada di tangan birokrasi dan korporasi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Umum, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww