Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Olympic

Tiba-tiba Pakai Hijab, Puan Bisa Dicap Mainkan Politik Identitas

Tiba-tiba Pakai Hijab, Puan Bisa Dicap Mainkan Politik Identitas
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: Istimewa)
Kamis, 02 Juni 2022 11:01 WIB

JAKARTA - Tidak perlu ada perubahan penampilan dari Ketua DPR RI, Puan Maharani, apalagi jika sampai mengubah menjadi lebih islami hanya karena akan menyambut pemilu 2024.

Hal itu disampaikan Peneliti Senior Institut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata merespons potret penampilan Puan memakai hijab yang beredar di media sosial saat ibadah umroh.

"Jika dia (misalkan) mengenakan hijab saat berhimpitan dengan situasi atau tahun politik seperti mendekati pemilu, maka akan menjadi back fire bagi dirinya," ujar Dian Permata dilansir GoNews.co dari Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/6).

Menurut dosen ilmu politik Universitas Ibnu Chaldun (UIC) ini, pemilih saat ini sudah cerdas. Jika perubahan penampilan dilakukan menjelang pemilu akan dimaknai tidak serius karena berbau kepentingan elektoral untuk dapat suara dari kalangan muslim.

"Khawatir malah negatif, mendapatkan sinisme dan cibiran. Yang parahnya, Puan bakal dituding memainkan politik indentitas," kata Dian.

Selain itu, perubahan penampilan Puan juga menegasikan baliho "kepak sayap kebangsaan" yang sudah dipasang di sejumlah daerah. Dalam baliho tersebut, Puan sama sekali tidak mengenakan hijab.

"Puan tidak mengubah penampilan secara drastis. Kecuali, memang Puan ingin sekali mengenakan hijab untuk kesehariannya," pungkas Dian.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww