Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
21 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Atasi Hambatan di Luar Negeri, Atlet Panjat Tebing Diminta Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris

Atasi Hambatan di Luar Negeri, Atlet Panjat Tebing Diminta Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris
Menpora Amali bersama juara dunia panjat tebing, Kiromal Katibin dan Veddriq Leonardo. (Foto: Humas Kemenpora)
Selasa, 07 Juni 2022 12:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Tampaknya Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali semakin memahami kurangnya kemampuan atlet Indonesia dalam masalah komunikasi. Makanya, menteri asal Partai Golkar ini memberikan masukan terhadap atlet panjang tebing yang sudah mengukir prestasi dunia untuk meningkatkan kemampuan bahasa Internasional (Inggris) nya. Karena salah satu hal yang penting apabila sudah masuk level dunia adalah komunikasi.

Hal itu disampaikan Menpora Amali usai menerima Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Yenny Wahid dan juara dunia panjat tebing Indonesia, juara dunia  panjat tebing, Kiromal Katibin dan Veddriq Leonardo di Kantor Kemenpora, Senin (6/6/2022).

"Komunikasi akan menjadi hambatan bagi para atlet yang sedang berada di luar negeri. Karena itu, saya minta kepada Ketum FPTI Yenny Wahid dan pelatih untuk meningkatkan kemampuan komunikasi mereka (atlet ) pada saat di luar negeri," ujarnya

Ia juga meminta kepada Ketum FPTI untuk mengunakam bahasa internasional sehari-hari kepada para atlet panjat tebing sehingga para atlet ini terbiasa dan juga untuk pelatih memberikan intruksinya juga menggunakan bahasa internasional. "Mereka ini juara dunia. Tentunya juara dunia harus tetap rendah hati, dan yang lainya (bahasa Inggris) harus ditingkatkan lagi," jelasnya.

Menurutnya, pertemuan dengan Ketum FPTI berkaitan dengan ajang World Cup International Sport Climbing (IFSC) 2022 di Salt Lake City, Amerika Serikat. "Bu Ketum menyampaikan hasil dari ajang World Cup International Sport Climbing (IFSC) 2022 di Amerika Serikat.

Selain itu, Bu Ketum juga menyampaikan persiapan Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan dunia panjat tebing pada bulan September. Dan juga rencana membangun tempat untuk latihan dan sekaligus untuk kejuaraan-kejuaraan pajat tebing baik itu nasional maupun internasional.

"Seperti yang kita ketahui cabor panjat tebing adalah salah satu cabor unggulam Indonesia yang ada di dalam Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 86 Tahun 2021. Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Karena itu, panjat tebing untuk Olimpiade Paris 2024 juga kita proyeksikan untuk bisa menghasilkan medali," jelasnya.

"Tentu kita berharap 1 medali emas minimal bisa disumbangkan panjat tebing. Dan untuk itu kita akan ini akan lakukan training center jangka panjang bagi atlet panjat tebing agar mereka terjaga prestasinya sampai dengan Olimpiade Paris 2024," tambahnya. ***

wwwwww