Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

PPP: Kandidat Terkuat Capres KIB Ada pada Tiga Ketum Partai Koalisi

PPP: Kandidat Terkuat Capres KIB Ada pada Tiga Ketum Partai Koalisi
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani. (Foto: Istimewa)
Kamis, 09 Juni 2022 16:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) saat ini tengah identifikasi personal untuk mengusung capres. Hal ini dikatakan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani.

Arsul Sani mengemukakan pandangannya ini merespons pernyataan Ketum DPP Golkar Airlangga Hartarto, yang menyatakan KIB sudah memilik nama capres sendiri. Baca juga: KIB Munculkan Airlangga dan Zulkifli Hasan untuk Capres-Cawapres "Kalau menurut saya, statement Pak Airlangga itu harus dimaknai bahwa KIB sekarang sedang melakukan identifikasi personal," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/6/2022).

"Artinya, dalam waktu dekat ini, selesai menyusun platform visi, misi, akan mulai mengidentifikasi tokoh-tokoh itu," sambungnya.

Meski begitu, Arsul tak menjawab secara jelas apakah identifikasi tokoh-tokoh yang hendak diusung tersebut berasal dari dalam atau luar poros KIB. "Bisa ada di dalam KIB, bisa juga dari luar," ucapnya.

Arsul kemudian menyebutkan ciri-cirinya. Arsul menilai, parpol tak ingin mengusulkan nama capres hanya karena berelektabilitas tinggi di berbagai lembaga survei. Selain itu politikus kelahiran 8 Januari 1964 ini menegaskan, bahwa bakal capres dan cawapres yang akan dicalonkan nantinya, tentu harus sudah bergabung ke partai politik.

"Parpol tidak ingin orang itu hanya karena surveinya tinggi. Parpol itu, menurut saya, tidak ingin hanya karena orang itu diciptakan satu situasi di mana surveinya tinggi, terus ada 'pemodalnya', terus kita ambil itu," ujarnya.

"Jadi tidak bisa orang itu belum masuk ke partai politik nah langsung dari capres atau cawapres. Itu semangat yang ada dari partai-partai, saya kira itu," imbuhnya.
Saat ditanya nama-nama bakal capres 2024 terkuat yang dipegang KIB, Arsul menyebut mereka adalah para ketum parpol di poros. Mereka adalah Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketum PPP Suharso Monoarfa yang dia sebut. "Nama yang terkuatnya 3 ketua umum partai itu. Ha-ha-ha. Pak Airlangga, Pak Zul, sama Pak Harso. Salah satu jadi capres, yang duanya jadi cawapres dan ketua tim pemenangan, gitu aja," tutupnya.

Sebelumnya, isu KIB dikaitkan dengan Ganjar disuarakan oleh pengamat politik Hendri Satrio dalam diskusi yang digelar di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (24/5/2022). "Nah kenapa saya prediksi ini koalisi penyelamat Ganjar? Karena desas desusnya, gosip-gosipnya ini kan Ganjar adalah diidolakan beberapa kalangan dan memang belum punya kendaraan," kata Hendri Satrio.

Pria yang akrab disapa Hensat itu mengatakan, hanya PPP yang tertarik dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, dia tak yakin partai berlambang Kakbah itu bisa merealisasikan ketertarikannya. Selain itu, pernyataan Presiden Jokowi dalam acara Projo yang diduga ditujukan untuk Ganjar justru memperkuat sinyal KIB. Apalagi, KIB merupakan parpol koalisi pendukung pemerintah saat ini.

"Masa sih bukan Ganjar? Terus kemarin Pak Jokowi ada di Projo yang bilang mungkin ada di sini tuh koalisinya mau pakai koalisi yang mana gitu kan? Kan ceritanya nyambung-nyambung tuh," kata pendiri Lembaga Survei KedaiKopi ini.***

wwwwww