Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
21 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
21 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
21 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Beladiri

Tendang Muridnya hingga Tewas, Guru Silat jadi Tersangka

Tendang Muridnya hingga Tewas, Guru Silat jadi Tersangka
Ilustrasi. (Net)
Sabtu, 11 Juni 2022 12:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BANYUWANGI - Guru pesilat di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung ditangkap polisi. Pelaku berinisial RAS, 17, itu ditahan usai ditetapkan tersangka atas kasus kematian murid silatnya, MD, 18, warga Pesanggaran. Pelaku menendang dada korban hingga tewas saat latihan.

Kapolsek Siliragung AKP Abdul Rohman menjelaskan RAS ditetapkan tersangka usai dilaporkan oleh keluarga korban. Mereka tak terima atas kematian anaknya saat latihan. Setelah memeriksa pelaku dan sejumlah saksi, polisi akhirnya menetapkannya sebagai tersangka.


"Tersangka saat ini sudah ditahan," kata Abdul Rohman, Jumat, 10 Juni 2022.

Rohman mengatakan kejadian ini bermula saat korban bersama 11 orang rekannya yang dipandu 6 pelatih berlatih silat di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung. Korban disebut menerima tendangan saat latihan reflek pukulan dan tendangan.

"Ketika korban memasuki materi latihan reflek pukulan, tendangan dan bundaran, saat itu korban terkena tendangan pelatihnya di bagian dada," jelasnya.

Akibatnya korban mengalami sesak nafas dan dilarikan ke Puskesmas Pesanggaran. Dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan, korban meninggal dunia. Pihak pelatih kemudian menghubungi keluarga MD. Keluarga yang tak terima, melaporkannya ke Mapolsek Siliragung.

"Dilaporkan sekitar jam 23.30 WIB dengan sangkaan penganiayaan sesuai pasal 351 KUHP," tambahnya.***

wwwwww