Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
24 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
5
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Metropolitan

DPR Desak BPOM Tindak Tegas Penjual Obat Ilegal

DPR Desak BPOM Tindak Tegas Penjual Obat Ilegal
Anggota Komisi IX DPR RI, Fraksi PKS, H. Alifudin. (Foto: Istimewa)
Kamis, 16 Juni 2022 18:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Fraksi PKS, H. Alifudin, berharap kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan  (BPOM) untuk mencegah terjadinya penjualan obat ilegal yang terjadi Indonesia, melalui online ataupun tidak itu harus ditindak tegas.

"BPOM juga harus membuat program-program yang konkrit untuk mencegah akan beredarnya obat ilegal. Oke sudah ada data produk yang sudah ditindak oleh BPOM, tapi harus ada program pencegahan dan penindakan yang tegas," ucap Alifudin saat memberi keterangan, Kamis (16/6/2022).

Alifudin juga meminta agar BPOM berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan jasa seperti marketplace, karena diduga banyak penjualan obat juat ilegal di toko online.

"Kita ini sekarang sudah zaman digital, sudah ada polisi cyber, bssn, seharusnya kolaborasi, dan juga jangan hanya program penindakannya, harus ada program pencegahan yang spesifik untuk masalah ini," tegas Alifudin.

Banyaknya promosi obat ilegal lewat toko online membuat banyaknya orang yang gampang sekali membuat dan menyebarkan penjualan tersebut, hal tersebut menandakan regulasi dan pengawasan yang lemah dari BPOM.

"Kami berharap, walau BPOM dalam tahun ke tahun memiliki data penindakan produk yang ilegal, tapi juga program penindakan yang solutif terkait hal ini, serta bukan hanya soal penindakan, pencegahannya pun harus dibuat programnya agar semua masyarakat bisa saling mengawasi," tambah Alifudin.***

wwwwww