Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
24 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
5
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Yenny Wahid: Saya Ingin PKB Tidak Digunakan untuk Kepentingan Politik Sesaat

Yenny Wahid: Saya Ingin PKB Tidak Digunakan untuk Kepentingan Politik Sesaat
Putri kedua Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zanuba Arrifah Chafshoh alias Yenny Wahid. (foto: Istimewa)
Minggu, 26 Juni 2022 19:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Keprihatinan putri kedua Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zanuba Arrifah Chafshoh karena PKB yang didominasi oleh Cak Imin membuatnya gelisah.

Perempuan yang karib disapa atau Yenny Wahid ihwal ini merasa bahwa Cak Imin mengunci seluruh kader untuk tidak melanjutkan perjuangan Gus Dur di bidang politik PKB. Yenny mengatakan banyak senior dari PKB yang tidak diberikan ruang oleh Cak Imin. Akhirnya mereka memilih hengkang dari PKB.

Atas dasar itu, Yenny ingin mengembalikan marwah PKB yang dulu dibangun Gus Dur dengan merangkul semua kader PKB yang mumpuni. "Saya ingin kader-kader senior PKB yang bagus-bagus semua bisa masuk,” ucap Yenny di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (26/6).

Meskipun sebagai putri kandung Gusdur memiliki hak untuk merebut kembali PKB, namun Yenny ingin PKB sebagai rumah banyak kalangan terutama Islam moderat yang selama ini hilang dari kekhasan PKB.

"Tdak dipakai untuk kepentingan politik sesaat, hanya dipakai pragmatisme dan transaksionalitas dalam berpolitik, tapi yang betul-betul berjuang untuk kepentingan warga, mauapun umat islam yang selama ini ditampung suaranya lewat PKB,” katanya.

Dia mengaku heran dengan sikap Cak Imin yang kerap menentang Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf. Sebab, hal itu berimbas besar terhadap akar rumput PBNU yang gelisah terhadap sikap Cak Imin. "Ada kegelisahan di tingkat akar rumput NU, terutama yang memang selama ini, memilihnya PKB sebagai saluran politiknya,” katanya.

"Saya rasa, saya tetap PKB, walaupun bukan bagian PKB Cak Imin, saya PKB Gus Dur. Tapi saya merasa pastinya dong, tetap punya perhatian, tetap punya rasa memiliki agar partai itu dikelola dengan baik,” tutupnya.***

wwwwww