Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
21 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Metropolitan

NasDem: Butuh Kajian Mendalam Soal Legalisasi Ganja untuk Medis

NasDem: Butuh Kajian Mendalam Soal Legalisasi Ganja untuk Medis
Ketua DPP Bidang Kesehatan Partai NasDem Okky Asokawati. (Foto: Istimewa)
Senin, 04 Juli 2022 14:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Gagasan legalisasi ganja untuk kepentingan medis belakangan mencuat di publik. Ada yang pro dan kontras atas gagasan tersebut. Dibutuhkan kajian yang mendalam sebagai dasar keputusan negara atas ide legalisasi ganja untuk kepentingan medis ini.

Ketua DPP Bidang Kesehatan Partai NasDem Okky Asokawati mengatakan dibutuhkan kajian yang mendalam atas gagasan legalisasi ganja untuk kepentingan medis. Menurut dia, legalisasi ganja tidak sekadar urusan medis semata. “Kami mendorong agar gagasan legalisasi ganja untuk kepentingan medis ini agar dikaji dari pelbagai sudut pandang. Ada aspek agama, hukum, termasuk budaya Indonesia. Jadi harus komprehensif," ujar Okky melalui siaran pers yang diterima GoNews.co di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Dia menyambut positif respons sejumlah pihak seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) termasuk DPR dalam merespons gagasan legalisasi ganja untuk kepentingan medis. Okky mengaharapkan DPR dan pemerinatah agar bergerak cepat untuk merespons aspirasi yang muncul di tengah publik. “Fakta bahwa ganja dapat dijadikan untuk kepentingan medis harus diakomodasi melalui pembahasan dan kajian yang mendalam,” sebut Okky.

Di sisi yang lain, kata Okky, mayoritas publik memiliki sudut pandang terhadap ganja yang merupakan jenis narkotika yang membahayakan bagi tubuh manusia. Okky berharap terdapat kajian yang multi-perspektif untuk memberi pandangan atas wacana legalisasi ganja untuk kepentingan medis. “Jika skenario ganja dilegalkan untuk kepentingan medis, harus dikelola dengan ketat penggunaannya agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar medis,” ingat Okky.

Anggota Komisi Kesehatan DPR RI dua periode ini menegaskan hukum harus dapat merespons kebutuhan masyarakat di lapangan. Namun di sisi yang lain, Okky juga mengingatkan tentang bahya penyalahgunaan ganja bagi kesehatan penggunanya. “Makanya, harus dikaji secara komprehensif dengan melibatkan para ahli di bidangnya. NasDem mendorong kajian ini secara serius dan mendalam,” pungkas Okky.***

wwwwww