Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Voli

Pemerintah Diminta Tegas Atasi Polarisasi Masyarakat

Pemerintah Diminta Tegas Atasi Polarisasi Masyarakat
Wakil Ketua Umum PP Persis, Ustaz Jeje Zaenudin. (Foto: Istimewa)
Senin, 11 Juli 2022 21:26 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Idul Adha membawa hikmah mendalam terbangunnya solidaritas masyarakat. Ibadah kurban telah mendorong semangat gotong royong, tetapi itu saja dinilai belum cukup.

Wakil Ketua Umum PP Persis, Ustaz Jeje Zaenudin mengatakan, salah satu pekerjaan rumah (PR) terbesar pemerintah saat ini adalah mempersatukan masyarakat. Menurut dia, sisa-sisa polarisasi politik 2019 masih terasa sampai saat ini.

"Jangan malah menimbulkan kesan sebaliknya, bahwa seakan-akan situasi keterbelahan ini sepertinya sengaja dirawat dan diawetkan demi kepentingan kekuasaan politik tertentu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Ustaz Jeje dalam keterangannya, Senin (11/7/2022).

Di momentum Idul Adha ini, Ustaz Jeje mengingatkan para pemimpin pemerintahan meneladani Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail. Kedua kekasih Allah ini menyuguhkan pelajaran berharga tentang kerelaan untuk mengalahkan egoisme diri sendiri dan mengorbankannya demi meraih keridaan Allah.

"Jika para pemimpin negeri ini mengambil keteladanan kepemimpinan seperti nabi Ibrahim dan Ismail, kita yakin permasalahan bangsa seberat apapun akan teratasi," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Ustaz Jeje juga mengajak masyarakat muslim menjadikan momentum Idul Adha sebagai kesempatan untuk memerkuat ukhuwah dan solidaritas nasional. Termasuk saling menghormati dan dewasa dalam menyikapi perbedaan serta mampu menepis isu-isu provokatif yang dapat memecah belah ukhuwah.

"Sudah seharusnya bagi para pemimpin negeri dan pejabat negara membuktikan kesungguhan kerja mereka. Bahwa mereka harus jadi para negarawan yang seluruh kebijakan dan keputusan mereka untuk kepentingan umat dan bangsa, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu," katanya.***

wwwwww