Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Beladiri

Komnas Perempuan Agendakan Pertemuan dengan Istri Kadiv Propam Polri

Komnas Perempuan Agendakan Pertemuan dengan Istri Kadiv Propam Polri
Putri Chandrawati, istri Kabid Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J saat masih hidup. (foto: Istimewa)
Sabtu, 16 Juli 2022 13:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Komnas Perempuan mengagendakan pertemuan dengan P, istri Kadivpropam Irjen Pol Ferdy Sambo. Tujuannya, mendengarkan secara langsung dugaan pelecehan seksual yang dialami.

Tapi, Wakil Ketua Komnas Perempuan Mariana Amiruddin belum bisa menyebut kapan pastinya pertemuan akan dilakukan. "Dalam waktu dekat, ya," kata Mariana Jumat kemarin (15/7/2022).

Di tengah-tengah insiden di rumah Ferdy pada Jumat (8/7) sore lalu, polisi menyebut P menjadi korban pelecehan oleh Brigadir Nofryansyah Yosua (Brigadir Y). Y tewas setelah terlibat adu tembak dengan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E).

Sejumlah pihak mempertanyakan kronologi versi polisi itu. Salah satunya, keluarga Brigadir Y yang heran dalam kontak tembak sedekat itu tapi Bharada E sama sekali tak terluka, padahal Y disebut menembak duluan.

Sampai saat ini Komnas Perempuan belum mendapatkan perkembangan terbaru tentang kondisi P setelah insiden berdarah yang menyedot perhatian luas tersebut. ”Belum ada perkembangan karena perlu ada pertemuan dengan beliau (istri Kadivpropam, Red) untuk langsung mendengarkan,” paparnya.

Sebelumnya, Komnas Perempuan telah mendatangi Polda Metro Jaya (PMJ) pada Rabu (13/7). Mariana menjelaskan, dalam undangan pertemuan tersebut, pihaknya mendengarkan keterangan penyidik dan psikolog terkait laporan P tentang kekerasan seksual yang ditengarai dilakukan oleh Brigadir Yosua. ”P tidak hadir karena masih dalam kondisi terguncang,” ujarnya.

Komnas Perempuan kemudian memperoleh beberapa informasi. Di antaranya, kondisi P yang terguncang bukan hanya karena menjadi korban pelecehan, tapi juga akibat publikasi media yang menyudutkannya. "Korban P mengkhawatirkan dampak peristiwa dan publikasinya bagi keluarga, khususnya pada anak-anaknya. Tiga (dari empat anak) di antaranya masih berusia di bawah 18 tahun," ungkapnya.***

wwwwww