Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Senam SAH Kemenpora Tutup Rangkaian MPLS 2022 SD Islam Al Azhar 46 GDC

Senam SAH Kemenpora Tutup Rangkaian MPLS 2022 SD Islam Al Azhar 46 GDC
Pelajar SD Islam Al Azhar 46 GDC saat berkumpul di lapangan basket untuk melakukan seman. (Istimewa)
Jum'at, 22 Juli 2022 18:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Setelah melewati lima hari pertama tahun pelajaran 2022-2023, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilakukan oleh SD Islam AL Azhar 46 Grand Depok City (GDC) berakhir pada Jumat (22/7/2022). Kegiatan ini ditutup dengan senam bersama melalui senam SAH Kemenpora yang diikuti 468 siswa kelas 3 hingga kelas 5 di lapangan basket sekolah.

Rudiansyah Kurniawan selaku salah satu guru olahraga SD Islam AL Azhar 46 GDC menyebut, setidaknya empat senam dilakukan oleh para anak didiknya yang dipandu oleh para guru seperti senam Gummy Bear, Hamster dan SKJ 2021 Kemenpora dan sebagai pamungkasnya dilakukan senam SAH Kemenpora versi 2020 dipenghujung MPLS 2022 ini.

Terkait senam SAH Kemenpora versi 2020, guru olahraga jebolan UNJ itu mengatakan jika irama pada senam itu sangat enerjik, sehingga mampu membangkitkan semangat anak-anak untuk kembali bergerak meski telah melakukan senam-senam sebelumnya.

"Musiknya bikin kita semangat, anak-anak pun menjadi happy, serta gerakannya yang mudah untuk dipahami dan durasinya yang tidak terlalu panjang," ucap guru olahraga yang akrab disapa Rudi itu.

"Terlebih senam SAH ini saat dilauching oleh Kemenpora pada tahun 2020 lalu, salah satu peraganya adalah anak didik kami dari SD Islam AL Azhar 46 GDC yakni ananda Lionel Abiyasa Aldrich Syah yang berkolaborasi dengan pesenam Nasional Lody Lontoh yang merupakan Master Aerobik Indonesia, sehingga itu menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi kami keluarga besar Al Azhar," tambahnya.

Kebugaran menjadi faktor penting dalam melabeli tubuh yang sehat pada situasi transisi pasca pandemi Covid-19 ini. Rudi pun mengatakan bahwa para guru dalam menjaga kebugaran anak didiknya, salah satu upayanya adalah melakukan senam yang rutin.

"Kami sudah mengagendakan setiap hari Jumat untuk melakukan senam bersama di sekolah, itu minimalnya, namun khususnya pada saat pelajaran olahraga, aktivitas senam pun kami selipkan sebelum melakukan pelajaran yang masuk dalam kurikulum," tuturnya.

Sementara itu di tempat lain, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta mengapresiasi SD Islam Al Azhar 46 GDC yang telah memposisikan senam sebagai gaya hidup di sekolah dan dirinya berharap jika senam menjadi kebiasaan setiap hari untuk anak-anak didik menggerakkan jasmani.

Terkait senam SAH itu sendiri, Raden Isnanta mengatakan jika senam tersebut bisa dilakukan dimanapun, seperti di rumah, di sekolah, maupun di sela-sela pelajaran baik sebelum dimulainya pelajaran. "Intinya senam SAH ini amat cocok untuk situasi kita yang sekarang masih belum tuntas pandeminya, namun jika sudah tuntaspun, senam ini masih sangat cocok bagi siapa saja yang melakukannya," ucapnya.

Pria asal Kulon Progo itu pun berharap apa yang dilakukan oleh SD Islam AL Azhar 46 GDC ini terhadap senam SAH, mampu menginspirasi sekolah-sekolah lainnya. "Senam SAH ini mudah dilakukan dan musiknya edukatif dan bagus untuk anak-anak, maka saya titip kepada para Guru untuk melakukan edukasi, diorientasikan terus-menerus kepada siswa yang baru, sedangkan untuk siswa yang lama, terus rutin melakukan aktivitas jasmani bisa juga melalui senam ini," harapnya.

Namun lebih dari itu, Raden Isnanta menambahkan jika guru harus memberikan edukasi yang benar, bahwa gerak jasmani itu penting bagi kebutuhan hidup yang dimulai pada masa sekarang sebagai pelajar, sehingga akan menjadi investasi pada masa tuanya nanti. "Harus dibiasakan sejak usia sekolah seperti ini, sehingga pada saat dewasa kelak menjadi hal yang sudah rutin atau kebiasaan" tuturnya.

Selain senam SAH, Raden Isnanta menyebutkan bahwa Kemenpora juga telah banyak memproduksi senam-senam lainnya, seperti senam SKJ Pelajar yang kami terbitkan pada tahun 2021 lalu yang telah disesuaikan dengan karakteristik tubuh pelajar, kemudian senam Sehat dan Bugar (Senam Segar) untuk penyandang disabilitas, hingga gerakan untuk latihan fisik sehari-hari yang kita beri nama Workout At Home (WAH) Kemenpora, sampai gerakan-gerakan teknik bermain bola dan lainnya.

"Kemenpora memberikan banyak kemudahan-kemudahan serta pilihan-pilihan untuk melakukan senam dan aktivitas jasmani lainnya. Semoga ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa, khususnya membangun sumber daya manusia yang berkualitas, unggul, sehat dan produktif," pungkasnya. ***

wwwwww