Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Nasdem Tak Mau Ada Kawin Paksa Anies-AHY

Nasdem Tak Mau Ada Kawin Paksa Anies-AHY
Anies Baswedan saat bertemu AHY. (Foto: Istimewa)
Rabu, 27 Juli 2022 14:06 WIB
JAKARTA - Wacana duet pasangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2024 harus melalui proses pembangunan chemistry.

Lebih jauh lagi, duet tersebut juga harus mendapatkan persetujuan dari partai koalisi yang mengusungnya. "Tentu proses membangun chemistry antara satu dan yang lain penting, bukan kawin paksa," kata Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya kepada wartawan, Rabu (27/7/2022).

Selain itu, banyak hal lain yang patut dipertimbangkan dengan matang. Bagi Nasdem, hasil survei yang kerap menempatkan keduanya di papan atas bukan satu-satunya preferensi dalam menentukan pasangan capres-cawapres yang diusung di Pilpres 2024.

"Kualitatif approach itu penting. Ada aspek-aspek sosiologis, historis, kultural yang juga perlu dipertimbangkan. Itu yang kemudian yang menjadi view lebih komprehensif," urainya.

Willy menambahkan, penentuan pasangan capres-cawapres yang diusung pada saat Pilpres 2024 juga harus berdasarkan kesepakatan partai koalisi. Menurutnya, proses tersebut masih jauh karena saat ini partai-partai masih melakukan penjajakan dan kesepahaman.

"Yang menjadi keputusan itu bukan hanya Nasdem kemudian menjadi keputusan bersama. Apalagi belum ada keputusan apa pun, ini rembuknya masih jauh, proses untuk membangun kesepahaman saja baru step by step, masih lihat sana-sini," katanya.

Di sisi lain, Nasdem juga belum bisa memastikan waktu pengumuman satu capres yang akan resmi diusung karena akan ditentukan oleh Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh. "Belum (sampai akhir tahun ini). Kita lihat saja, kan Pak Surya yang tentukan hari baik, bulan baiknya," demikian Willy.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww