Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  PON

Pesan TB Hasanuddin ke Wagub Jabar: Pejabat Publik Harus Punya Etika jangan Asal Ngomong

Pesan TB Hasanuddin ke Wagub Jabar: Pejabat Publik Harus Punya Etika jangan Asal Ngomong
Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin. (Foto: Istimewa)
Rabu, 27 Juli 2022 14:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menyesalkan pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum soal kasus bullying anak SD di Tasikmalaya yang berakhir dengan bunuh diri di Tasikmalaya.

Uu mengatakan hal tersebut hanya bercanda dan tidak perlu dibawa ke meja hijau. "Saya kira seorang pejabat publik harus memiliki etika dan pengetahuan. Terlebih seorang pemimpin jangan asal bicara dan mestinya harus memiliki empati terhadap korban bullying terlebih anak-anak," kata Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan ini, Rabu (27/7/2022).

Hasanuddin berujar kasus bullying atau perundungan dalam bentuk apa pun bukanlah candaan seperti yang dikatakan Wagub Jabar. Ia berharap agar hukum tetap ditegakkan agar undang-undang dapat diimplementasikan dengan baik dan berfungsi sebagai perlindungan bagi korban-korban pelecehan.

"Kita punya Undang-Undang Perlindungan Anak, ada juga Undang-Undang tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Nah bagaimana ini bisa ditegakkan sebagai perlindungan terhadap korban dan juga memberikan efek jera bagi pelaku," tukas politisi PDI Perjuangan ini.

Hasanuddin mengatakan meskipun Wagub Jabar telah meminta maaf atas pernyataannya namun hal tersebut membuktikan ketidakpekaan seorang pemimpin serta meninggalkan luka untuk keluarga korban.

Apalagi, kata dia, kasus ini mendapat soroton dari masyarakat dan viral di media sosial beberapa waktu lalu. "Pikirkan juga dampak secara fisik, mental, dan emosional bagi para korban yang mengalami bullying dan juga keluarganya. Tak perlu membuat pernyataan yang malah menimbulkan kontroversi," tandasnya.

Sebelumnya publik dibuat heboh dengan pernyataan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum terkait aksi sekelompok anak yang memaksa temannya untuk menyetubuhi seekor kucing hingga direkam serta disebarluaskan.

Diduga depresi korban akhirnya meninggal dunia lantaran bunuh diri. Uu menyebut kasus ini hanya candaan belaka bahkan ia mengatakan agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. "Bahkan temen saya di Kecamatan Cikatomas (menyetubuhi) dengan kerbau dan tetangga saya dengan ayam dan itu candaan hal biasa lah, mungkin karena ada medsos menjadi viral," kata Uu, usai mengunjungi keluarga korban di Kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu.***

wwwwww