Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
13 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
17 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Kriminal

Anggota TNI Arogan, DPR Ingatkan 8 Wajib TNI

Anggota TNI Arogan, DPR Ingatkan 8 Wajib TNI
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid dalam suatu kesempatan rapat. (foto: ist./dpr)
Senin, 15 Agustus 2022 17:15 WIB
JAKARTA - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid dalam siaran resmi yang dibaca, Senin (15/8/2022), menyayangkan tindakan arogan anggota Pasukan Pegamanan Presiden (Paspampres) terhadap sopir truk di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

"Tindak arogan dari oknum Paspampres ini tidak bisa diterima dan menunjukkan masih marak arogansi aparat TNI yang terjadi ditengah masyarakat," kata Meutya sebagaimana dikutip GoNEWS.co di Jakarta.

Baca Juga: Inflasi Menggila, Komisi VII DPR RI Minta Pemerintah Hati-hati Kendalikan Harga BBM 

Baca Juga: DPR Desak Pertamina Transparan soal Stok Pertalite 

Komisi I DPR, kata Meutya, mengingatkan setiap anggota TNI untuk memahami dan terus menjalankan 8 Wajib TNI yang berisi diantaranya bersikap ramah terhadap rakyat, sopan santun terhadap rakyat, serta mengimplementasikan slogan yang sering diutarakan TNI, yaitu 'Bersama Rakyat TNI Kuat'

Mengungkit beberapa kasus melibatkan anggota TNI, Meutya mengartikan ada masalah di kedisiplinan prajurit. "Saya juga meminta kepada TNI untuk terus menjaga dan terus meningkatkan disiplin dari profesionalitas prajurit. Beberapa kasus yang saya dengar seperti penembakan istri TNI oleh suami anggota TNI, penganiayaan oleh senior TNI di Papua menunjukkan adanya masalah dalam kedisiplinan anggota," ujar Meutya.

Baca Juga: TNI Tangkap 6 Orang Diduga Intel Asing, DPR: Memalukan 

Baca Juga: Panglima TNI Ungkap Kontainer Disegel di Lampung Berisi 618 Senjata 

Sebelumnya, anggota TNI diketahui memukul sopir truk di Kota Solo, Jawa Tengah, usai suatu insiden tabrakan antara truk yang dikendarai sopir truk dengan mobil yang ditumpangi Paspampres. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pun sudah memanggil kedua belah pihak.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Olympic, Kriminal, DKI Jakarta, Jawa Tengah
wwwwww