Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
22 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
23 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
22 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Olympic

Pengamat: Cak Imin Punya Satu Titik Lemah Jika Nekat Maju Pilpres 2024

Pengamat: Cak Imin Punya Satu Titik Lemah Jika Nekat Maju Pilpres 2024
Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 19 Agustus 2022 10:17 WIB

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memiliki satu titik lemah yang akan membuatnya kalah jika nekat maju pada Pilpres 2024. Titik lemah itu adalah dia pernah menghembuskan dukungan pada wacana Jokowi 3 periode.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam menilai Cak Imin akan kalah meskipun berpasangan dengan siapapun, termasuk jika berpasangan dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sebab, Cak Imin pernah menghembuskan dukungan presiden tiga periode.

"Ingatan publik sulit melupakan adanya gembar-gembor dukungan Cak Imin terhadap jabatan tiga periode yang banyak ditentang oleh publik," ujar Saiful, Jumat (19/8/2022).

Sebagai pemimpin partai yang lahir di era reformasi, semestinya Cak Imin mendukung amanat reformasi. Sehingga, dapat membawa PKB untuk tetap konsisten mengawal reformasi.

Selain itu kata Saiful, dengan pemberian dukungan terhadap perpanjangan jabatan presiden menjadi preseden buruk dan selalu diingat oleh publik. Sebab, hal tersebut semakin membawa suasana yang tidak baik bagi pendidikan kesadaran demokrasi masyarakat.

"Dengan isu perpanjangan itulah yang menambah beban Cak Imin semakin sulit diterima sebagian besar publik yang tidak sejalan dengan adanya perpanjangan jabatan presiden," pungkas Saiful.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww