Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022

Melaju ke Final, Ahsan/Hendra Merasa Senang dan Sedih

Melaju ke Final, Ahsan/Hendra Merasa Senang dan Sedih
Ganda putra Indonesia, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan. (Foto: Humas PP PBSI)
Sabtu, 27 Agustus 2022 13:46 WIB
Penulis: Azhari Nasution
TOKY0 - Pasangan ganda putra Indonesia, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan meraih tiket ke final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022. Tiket ke final tersebut diraih Ahsan/Hendra usai meraih kemenangan di semifinal.

Bermain di Tokyo Metropolitan Gymnasiu, Jepang, Sabtu (27/8/2022), The Daddies menundukkan rekan senegaranya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dalam pertarungan ketat 23-21, 12-21, 21-16.

"Kami mengucap syukur alhamdulillah sudah bisa menang ke final. Rasanya senang sekaligus sedih ya karena kami mengalahkan teman sendiri, teman dekat juga," kata Hendra Setiawan.

"Di gim pertama saya rasa kami tertinggal cukup jauh tapi kami berusaha untuk tidak menyerah dan berusaha mengubah strategi," tambahnya.

"Tadi kami coba pegang depannya, main net terlebih dahulu karena kalau main panjang, drive-drive, kalah cepat dan kalah tenaga juga," timpal Hendra Setiawan.

The Daddies mengaku tidak menduga bisa melaju ke semifinal mengingat persaingan cukup ketat. "Kemarin saya bilang bisa masuk final saja sudah tidak menduga, ini bisa masuk final rasanya makin tidak menduga," tandasnya.

"Siapapun lawan yang dihadapi di final harus siap diri sendiri dulu dan tetap fokus," tegas Hendra Setiawan.

GoNews.co Fajar Alfian/Muhammad Rian Ard
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (Foto: Humas PP PBSI)

Meski gagal ke final, Fajar/Rian merasa bersyukur tanpa mengalami cedera. 'Pertama-tama alhamdulillah bersyukur, pertandingannya lancar dan tanpa cedera meskipun apa yang kita impikan belum tercapai untuk masuk babak final," kata Fajar Alfian.

Menurut Alfian, kesalahan sangat fatal dilakukan pada gim pertama. Pasalnya, meraka sudah unggul jauh 15-7 dan 20-18 tapi jadi kalah. "Itu menjadikan pelajaran yang sangat berharga buat ke depannya. Sebelum poin 21 memang harus fokus dan tidak boleh lengah," jelasnya.

"Ahsan/Hendra mengubah strategi di akhir-akhir gim pertama dengan memperlambat tempo dan bermain balik serang. Di awal gim kita sudah nyaman karena mereka ikut pola kita yang cepat," tambahnya.

"Tadi gim ketiga kita mau menerapkan pola dengan no lob panjang tapi mereka sudah benar-benar antisipasi jadi kita banyak tertekan," timpal Muhammad Rian Ardianto.
Memang ada rasa tidak puas Fajar/Rian yang gagal memenuhi harapan mengupgrade medali. Apalagi, mereka sudah melakukan persiapan dan sudah menggapai peluang.

"Memang tidak mudah mengalahkan pemain yang sudah berpengalaman di Kejuaraan Dunia apalagi Ahsan/Hendra belum pernah kalah sekalipun kalau main di sini," kata Fajar Alfian.

"Semoga ke depan lebih konsisten. Hasil di sini memang tidak jelek tapi masih kurang bagus," tutupnya. ***

wwwwww