Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Komitmen Dukung Prabowo, Sandiaga Diminta Urungkan Niat Maju Pilpres

Komitmen Dukung Prabowo, Sandiaga Diminta Urungkan Niat Maju Pilpres
Prabowo- Sandi. (Foto: Kompas)
Minggu, 04 September 2022 10:50 WIB

JAKARTA - Kondisi dan situasi masyarakat sudah berbeda jauh dengan Pilpres 2019 lalu. Untuk itu, Sandiaga Salahuddin Uno disarankan fokus mendukung Prabowo Subianto dan membesarkan Partai Gerindra ketimbang memaksakan diri pindah partai untuk dapat tiket calon presiden (capres) dan hasilnya kalah.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, sebaiknya Sandiaga mundur dari Gerindra jika mau menjadi calon presiden (capres) atau mau menjadi calon wakil presiden (cawapres), mengingat Gerindra terlihat sudah mantap untuk mengusung Ketua Umum (Ketum) Prabowo.

"Saran saya mantan cawapres Prabowo 2019 itu mundur saja dan cari perahu lain. Karena tidak mungkin Gerindra ajukan capres/ cawapres sendirian. Sandi bisa melamar ke KIB sebagai cawapres atau Sandi tetap di Gerindra dan all out dukung Bowo," ujar Muslim, Minggu (4/9/2022).

Namun demikian kata Muslim, situasi Pilpres 2024 nanti berbeda dengan Pilpres 2019 lalu. Di mana, pada 2019 lalu, Sandi masih mempunyai kekuatan sebagai cawapres dan berpasangan dengan Prabowo.

"Saat ini dan 2024 situasi sudah beda. Kalau paksa maju, akan kalah. Urungkan saja niat dan dukung Prabowo dan besarkan Gerindra, lagian kekuatan Sandi itu kecil dan tidak punya partai," pungkas Muslim.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww