Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
5
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
6
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
23 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Syahrul Aidi: Pemerintah Pekak Badak, Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Atas

Syahrul Aidi: Pemerintah Pekak Badak, Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Atas
Anggota DPR RI Fraksi PKS, Syahrul Aidi Maazat. (foto: Istimewa)
Senin, 05 September 2022 12:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Kenaikan tarif BBM subsidi akan makin menekan ekonomi masyarakat kecil yang sudah dalam keadaan susah.

"Kita menyayangkan tindakan pemerintah yang secara tiba-tiba menaikkan harga BBM. Saat ini kondisi ekonomi tidak stabil, sekecil apa pun kebijakan mempengaruhi ekonomi masyarakat," kata anggota DPR RI Fraksi PKS, Syahrul Aidi Maazat kepada wartawan, Senin (5/9/2022).

Sejak awal, Fraksi PKS menolak tegas kenaikan BBM, apa pun alasannya. Namun sayang, pemerintah justru terkesan tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Di saat BBM subsidi dinaikkan, justru harga BBM nonsubsidi diturunkan.

"Pemerintah pekak badak (tuli), tak mau mendengar masukan. Tajam ke bawah tumpul ke atas. Kenaikan harga BBM ini bakal meningkatkan angka kemiskinan, harga barang makin mahal, tingkat perjalanan menurun tajam," tegasnya.

Syahrul Aidi juga menyoroti terkait kebijakan pemerintah yang tidak mengevaluasi program yang tidak strategis dan mendesak saat ini. Seperti pembangunan Ibukota Negara (IKN) dan lainnya.

"Harusnya pemerintah menghentikan program yang tidak substansi atau penting saat ini. Kita fokus mempertahankan ekonomi agar tidak krisis," tandasnya.***

wwwwww