Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
24 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
2
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
3
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
24 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
4
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Home  /  Berita  /  Olympic

Ponsel Wartawan Dirusak saat Liput Demo BBM, Polda Aceh: Itu Resiko Peliputan

Ponsel Wartawan Dirusak saat Liput Demo BBM, Polda Aceh: Itu Resiko Peliputan
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy. (Foto: Istimewa)
Kamis, 08 September 2022 14:30 WIB

JAKARTA - Kepolisian Daerah (Polda Aceh) menanggapi pengrusakan alat kerja berupa ponsel milik wartawan saat meliput aksi demo mahasiswa UIN Ar-Raniry terkait penolakan kenaikan harga BBM di depan gedung DPR Aceh, Rabu (7/9/2022) kemarin.

Mereka meminta agar tidak ada tuduhan sepihak bahwa pelakunya adalah anggota kepolisian. "Perusakan tersebut jangan langsung dituduhkan bahwa pelakunya adalah polisi, sebelum ada bukti yang jelas," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, Kamis (8/9/2022).

Dia mengatakan saat itu demo mahasiswa berujung anarkis. Pengrusakan HP wartawan tersebut, klaim Winardy, bisa saja terjadi dan dilakukan siapa saja. "Itu juga merupakan salah satu risiko wartawan yang meliput kegiatan unjuk rasa anarkis," ujarnya.

Winardy menyebut saat aksi demo, dua mobil dinas polisi ikut dirusak. Kaca depan dan belakangnya hancur. "Namun itu adalah risiko saat pengamanan unjuk rasa anarkis," katanya.

Dia menyayangkan tuduhan sepihak terkait perusakan alat kerja jurnalis yang langsung dialamatkan kepada polisi yang tengah melakukan pengamanan. Bigitupun, pihaknya tetap akan mendalami dugaan itu.

"Intinya, dugaan itu tetap kami dalami. Namun, jangan langsung memvonis kalau itu ulah intel polisi. Apalagi sampai memframing seolah-olah polisi di lapangan kasar terhadap pers," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Voli, Aceh
wwwwww