Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Olympic

ICP Agustus 2022 Belum Terbit, PKS: Ada Apa?

ICP Agustus 2022 Belum Terbit, PKS: Ada Apa?
Ilustrasi Kilang Minyak. (Foto: Istimewa)
Senin, 12 September 2022 19:37 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mendesak pemerintah segera menetapkan harga Indonesia Crude Price (ICP) atau minyak mentah Indonesia per Agustus 2022.

Sebab, setelah harga minyak dunia merosot angka ICP sangat penting menjadi dasar bagi perhitungan kembali besaran subsidi BBM nasional. Menurut Mulyanto, setiap tanggal 1 bulan berjalan, angka ICP ini sudah terbit. Namun, sampai hari ini angka ICP untuk bulan Agustus 2022 belum diterbitkan.

"Ini molornya terlalu lama. Ada apa ini? Jangan sampai publik menduga yang aneh-aneh," ujar Mulyanto, Senin (12/9/2022).

Mulyanto memperkirakan ICP September 2022 akan menurun tajam dibandingkan dengan ICP Juli 2022, seiring dengan penurunan harga minyak dunia. "Kalau pemerintah objektif dan transparan, mengacu pada harga minyak dunia seharusnya tidak perlu menaikkan harga BBM bersubsidi di saat harga minyak dunia sedang merosot. Cukup melakukan pembatasan agar tepat sasaran, pengawasan yang ketat, serta efisiensi anggaran," kata Mulyanto.

Berdasrakan WTI Crude dan Brent Crude harga minyak dunia semakin merosot sejak puncaknya di juni 2022 yang sempat menyentuh angka USD 120 per barel.

Kini dengan meredanya perang, membaiknya logistik dan meningkatnya pasokan, harga minyak dunia sudah mendekati angka USD 80 per barel, sementara asumsi APBN 2022 yang telah direvisi melalui Perpres No. 98/2022 sebesar USD 100 per barel. Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mendesak pemerintah segera menetapkan harga Indonesia Crude Price (ICP) atau minyak mentah Indonesia per Agustus 2022.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww