Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
13 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
13 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Komisi VII DPR RI Mengaku Heran Pertamina Jual Rugi Pertamax

Komisi VII DPR RI Mengaku Heran Pertamina Jual Rugi Pertamax
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto. (Foto: Istimewa)
Senin, 12 September 2022 19:39 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, persoalkan pernyataan Menteri BUMN, Eric Thohir yang menyebut Pertamina menjual rugi BBM jenis Pertamax RON 92. Ia heran bagaimana bisa badan usaha melakukan aksi jual rugi.

"Ini sama saja aksi bunuh diri bagi perusahaan," kata Mulyanto Senin (12/9/2022).

Wakil Ketua FPKS DPR RI mendesak Eric untuk membuka data harga pokok produksi (HPP) dan harga keekonomian BBM jenis Pertamax RON 92. Bila memang Pertamina jual rugi BBM jenis Pertamax RON 92 maka semua pihak yang terlibat perlu dimintai pertanggungjawaban. "Apakah Menteri BUMN dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) menyetujui aksi jual rugi ini. Kalau jawabnya “ya”, maka ini adalah kondisi yang aneh bin ajaib.

Bagaimana mungkin badan usaha akan tumbuh sehat kalau secara terencana dan legal dilakukan aksi jual rugi terhadap produk-produknya. Ini sama saja Menteri BUMN menjerumuskan BUMN anak buahnya ke jurang kehancuran," tegas Mulyanto.

Mulyanto menilai harga jual BBM jenis Pertamax RON 92 di Indonesia relatif mahal. Sebab dibandingkan dengan BBM non subsidi Petronas Malaysia RON 97 (dengan RON 5 tingkat di atas Pertamax RON 92) harganya hanya Rp. 14.190 per liter (4.2 RM).

Artinya, BBM Petronas ini lebih murah sebesar Rp. 310 per liter daripada harga Pertamax RON 92 saat ini yang Rp. Rp 14.500 per liter.

"Fakta ini cukup menggelitik, bahwa harga BBM non-subsidi Petronas dengan angka RON lima tingkat lebih tinggi, ternyata lebih murah sebesar Rp. 310 per liter dibandingkan dengan harga jual Pertamax RON 92. Dan fakta ini semakin aneh bin ajaib lagi, kalau Menteri BUMN menyatakan, bahwa dengan harga jual sebesar itu pun Pertamax RON 92 masih dalam kondisi jual rugi," singgung Mulyanto

"Sebelumnya Menko Airlangga juga mengatakan bahwa harga keekonomian Pertamax RON 92 sesungguhnya adalah Rp 15.150 per liter. Kalau benar begitu dimana letak inefisiensinya? Jangan-jangan ini kerjaan mafia migas, karena sebagian dari Pertamax ini diproses pada kilang di luar negeri," tukas Mulyanto.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww