Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Santri Penghafal Alquran Meninggal Dunia Diduga Dianiaya Teman

Santri Penghafal Alquran Meninggal Dunia Diduga Dianiaya Teman
Ibunda dari Fauzan, santri asal Enrekang yang meninggal dunia diduga dianiaya. (Sumber : tvOne/Joni)
Rabu, 21 September 2022 15:24 WIB
SURABAYA - Kasus kekerasan di lingkungan pondok pesantren yang menyebabkan santri meninggal dunia kembali terjadi. Seorang santri asal Desa Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, bernama Fauzan (17), meninggal dunia diduga dikeroyok teman sekolahnya di Insan Cendekia Mandiri Boarding School (ICMBS) Sidoarjo, Jawa Timur.

Ibu korban, Sitti Hamid, saat ditemui dikediamannya, Selasa, 20 September 2022, tak kuasa menahan kesedihan saat memperlihatkan sejumlah foto almarhum Fauzan semasa hidup.

Sitti bercerita awalnya pihak yayasan menghubunginya dan menyampaikan kalau Fauzan jatuh dari lantai 3 sekolah.  "Awalnya saya terima telepon dari pihak UKS Yayasan kalau anak saya jatuh dari lantai 3 di sekolahnya. Dan saat itu katanya anak saya muntah darah sehingga harus dilarikan ke RSUD Sidoarjo untuk ditangani," kata Sitti Hamid

Sitti mengaku menemukan sejumlah kejanggalan yang ditemukan pada jasad Fauzan, dimana tak ada luka lain yang ditemukan selain luka yang ada di bagian kiri kepala. Melihat kejanggalan yang ada pada tubuh anaknya, peristiwa itupun kemudian dilaporkan ke Polres Sidoarjo. 

"Saya melihat jahitan dikepala anak saya dari kiri hingga kekanan telinga, sehingga saya bertanya kepada pihak rumah sakit, dan jawabannya saat itu karena jahitan pasca operasi, karena filing saya tidak mungkin anak saya jatuh tanpa ada luka lain apalagi dari lantai tiga, sehingga kami minta anak kami untuk divisum saat itu," ungkap Sitti dengan mata berkaca-kaca.

Orang tua korban berharap, pihak yayasan jujur dan terbuka dalam menyampaikan informasi terkait penyebab kematian Fauzan. Sebab, dari informasi yang diterima pihak keluarga, Fauzan diduga meninggal dunia karena dikeroyok, sehingga mereka berharap pihak kepolisian mengungkap dan menangkap pelaku dan semua pihak yang mencoba menutupi kasus meninggalnya Fauzan.

"Kami berharap pihak yayasan menyampaikan informasi yang benar, karena saya tidak percaya kalau anak saya berkelahi satu lawan satu, melainkan dikeroyok, sehingga kami keluarga meminta pihak kepolisian mengungkap dan menangkap pelaku, serta pihak-pihak yang mencoba menutupi kasus ini," tegas Sitti Sementara jenazah almarhum Fauzan saat ini sudah dimakamkan di kampung halaman di Desa Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang pada Rabu 14 september lalu.

Peti jenazah korban disambut histeris keluarga dan ratusan warga saat tiba di kediaman orang tuanya pekan lalu. Fauzan merupakan santri berprestasi yang pernah juara tingkat Nasional penghafal 30 Juz. Orang tua tak menyangka anaknya yang mengenyam pendidikan di Insan Cendekia Mandiri Boarding School (ICMBS) Sidoarjo, Jawa Timur, pulang dalam keadaan meninggal dunia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Umum, Jawa Timur
wwwwww