Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
20 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
23 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

PWNU Jatim Minta Iwan Bule Cs Mundur dari PSSI

PWNU Jatim Minta Iwan Bule Cs Mundur dari PSSI
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. (Foto: Disway)
Minggu, 02 Oktober 2022 21:16 WIB

SURABAYA - Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH. Abdussalam Shohib minta pengurus PSSI dan Polri bertanggung jawab atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan orang.

Pria yang akrab disapa Gus Salam itu menjelaskan, PSSI dan Iwan Bule wajib bertanggung jawab sebagai penyelenggaran liga, dan Polri sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban. "PSSI wajib bertanggung jawab. Semua pengurusnya harus mundur. Itu sebagai bentuk respect terhadap korban dan keluarganya," kata Gus Salam, Minggu (2/10/2022).

Gus Salam juga meminta Kapolri tegas dengan mencopot Kapolda Jatim dan Kapolres Malang, sebagai bentuk pertanggungjawaban pimpinan. Di sisi lain Gus Salam juga minta pemerintah Jokowi menghentikan kompetisi, sampai ada pernyataan resmi dari FIFA terkait masa depan sepak bola Indonesia.

Untuk mengungkap detail terkait tragedi tersebut, Gus Salam juga minta pemerintah membentuk tim investigasi dengan melibatkan FIFA, aparat penegak hukum, ahli yang independen, dan Komnas HAM. "Harus tegas. Pemerintah harus mengungkap tragedi ini sampai tuntas hingga akar masalahnya," ujar Gus Salam.

Sebelumnya, Ketua LPBH NU Kota Malang, Fachrizal Afandi mendesak dilakukannya pengusutan secara tuntas terkait ketidakprofesionalan pelaksanaan penyelenggaran pertandingan Arema vs Persebaya yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia. Fachrizal mengatakan, pelaksanaan pertandingan harus sesuai ketentuan perundang-undangan utamanya Undang-Undang nomor 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan dan aturan lain.

"Aturan yang mewajibkan penyelenggara menjamin dan mempersiaplan mitigasi terhadap keamanan dan keselamatan setiap orang yang hadir dalam pertandingan," kata Fachrizal.

Pada Ahad pagi, Kepala Polda Jawa Timur (Kapolda Jatim), Irjen Nico Afinta mengatakan, korban meninggal terdiri dua personel Polri, yaitu Brigadir Andik dan Briptu Fajar serta 125 suporter Aremania. Namun, hingga Ahad sore, jumlah korban meninggal dilaporkan terus bertambah. "Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri," kata Nico di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022) pagi WIB.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta
wwwwww