Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
2
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
23 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
3
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
4
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
23 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
5
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
Sepakbola
23 jam yang lalu
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
6
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
7 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Tragedi Kanjuruhan, PB PMII Desak Kapolri Copot Nico Afinta dari Kapolda Jatim

Tragedi Kanjuruhan, PB PMII Desak Kapolri Copot Nico Afinta dari Kapolda Jatim
Suporter dari berbagai kelompok berkumpul di Mandala Krida doakan korban tragedi Kanjuruhan, Malang, Selasa (4/10/2022)(KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO)
Rabu, 05 Oktober 2022 17:03 WIB

JAKARTA - Dampak tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang, tidak cukup hanya dengan mencopot AKBP Ferli Hidayat sebagai Kapolres Malang. Salah satu orang yang juga harus dicopot adalah Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta.

Pandangan itu disampaikan oleh Wasekjen Kaderisasi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Ragil Setyo Cahyono, Selasa malam (4/10).

Ragil menjelaskan bahwa dalam aturan FIFA, sudah jelas aturan tentang larangan penggunaan gas air mata di Stadion bola. "Stadium Safety and Security Regulation pasal 19 jelas melarang gas air mata dan senjata api masuk stadiun, tapi polisi melanggarnya," sesal Ragil.

Ia meminta, tragedi ini harus segera diusut secara tuntas dan terang benderang. Bukan hanya pihak polisi, Ragil mendesak, Panpel dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus bertanggungjawab. Sebab, Panpel dan PT LIB telah mengabaikan anjuran untuk menggelar pertandingan sore hari. Sekaligus telah lalai dalam menegakkan UU 11/2022 tentang Keolahragaan terkait perlindungan suporter.

"Atas penolakan anjuran untuk menyelenggarakan pertandingan sore hari, LIB harus bertanggungjawab dan menanggung konsekuensi ini. Jangan hanya berfikir untung, tapi wajib memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan," pintanya.

Selain itu, Ragil meminta, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan untuk mundur dari jabatannya. Pasalnya, Ketua Cabang PMII Kota Malang periode 2017-2018 ini menilai, induk dari sepakbola nasional tersebut tak becus mengurus sepakbola.

Menurut lembaga penelitian Save Our Soccer (SOS), setidaknya sudah ada 78 suporter bola yang tewas sejak Januari 1995 sampai Juni 2022. Tragedi Kanjuruhan ini, sebut Ragil menjadi pilu mendalam bagi dunia sepakbola tanah air. "Sepakbola tanah air belum memperlihatkan tren positif dalam aspek keamanan dan keselamatan penonton. Maka Iwan Bule harus mundur dari Jabatannya," ungkapnya.

Secara tegas, Alumnus Universitas Negeri Malang ini menyatakan bahwa tragedi Kanjuruhan bukan bentrok Suporter antara Aremania dengan Bonek. Oleh karena itu, investigasi kepolisian harus memperoleh hasil yang akurat dan transparan. Ia mengajak masyarakat Indonesia agar mengawal proses penyelidikan tragedi Kanjuruhan dan mendapatkan hasil yang benar-benar valid. "Dan tidak ada keberpihakan aparat," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww