Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
14 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
17 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
14 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Sepakbola

PSSI Yakin FIFA Tak Beri Sanksi ke Indonesia, Ini Alasannya

PSSI Yakin FIFA Tak Beri Sanksi ke Indonesia, Ini Alasannya
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Presiden FIFA Gianni Infantino. (Foto: Biro Pers)
Jum'at, 07 Oktober 2022 14:17 WIB
JAKARTA - Tragedi Kanjuruhan membuat Indonesia dibayangi sanksi dari FIFA. Namun, PSSI meyakini FIFA tak akan memberikan sanksi. Apa alasanya?

Dilansir dari detikSport, federasi tertinggi di Indonesia ini terus menjalin komunikasi dan memberikan laporan yang baik ke FIFA.

"Kalau dari saya pribadi selagi komunikasinya kita bangun terus, selagi kita juga mendapat masukan, kalau komunikasi kita bangun kemudian kan kita mendapat feedback dan kita menjalankan poin demi poin yang disampaikan oleh FIFA dan AFC, Insyaallah sanksi bisa kita hindari," kata Wasekjen PSSI Maaike Ira Puspita, kepada wartawan.

Dia turut mengungkap isi surat dari FIFA ke PSSI terkait tragedi Kanjuruhan. Menurut dia, dalam surat itu FIFA sama sekali tak menyinggung soal sanksi. "Surat dari presiden FIFA (Gianni Infantino) sama sekali tidak ada membahas sanksi, hanya belasungkawa. Dan juga Presiden FIFA bersama dengan PSSI memberikan support. Dari AFC juga sama dan mereka meminta kronologi. Jadi tak ada obrolan sanksi sama sekali yang secara tertulis," tutur Maaike.

Meski begitu, dia menyebut FIFA dan AFC akan datang ke Indonesia. Namun kedatangan mereka bukan untuk melakukan investigasi. "Insyaallah minggu depan (FIFA dan AFC datang). Datangnya bertahap, FIFA dulu. Kira-kira tidak lebih dari lima orang," ucapnya.

Tragedi Kanjuruhan sendiri memang membuat Indonesia dihantui sanksi. Apalagi, dikhawatirkan sanksi akan berimbas ke Timnas Indonesia dan Timnas U-20. Sebab Timnas Indonesia akan bermain di Piala Asia 2023. Sementara Timnas U-20 juga memastikan lolos ke Piala Asia U-20 2023. Selain itu, status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 juga bisa terkena dampaknya. Tapi PSSI yakin FIFA tak akan menjatuhkan sanksi buat Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto menyatakan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) tidak pernah membahas sanksi yang kemungkinan diterima Indonesia setelah Tragedi Kanjuruhan dalam komunikasi yang dilakukan bersama federasi sepak bola nasional tersebut. Iwan mengatakan PSSI langsung berkabar dengan FIFA sehari setelah Tragedi Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Presiden FIFA Gianni Infantino, kata Iwan, bahkan meminta nomor telepon Presiden RI Joko Widodo untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung. "Sehari setelah kejadian, kami di Kesekjenan PSSI berkomunikasi dengan FIFA bahkan bagaimana Presiden FIFA Gianni bisa berkomunikasi dengan Presiden Jokowi melalui telepon itu adalah hasil komunikasi FIFA dengan Kesekjenan kami," ujar Iwan, Kamis (6/10/2022).

Menurut Iwan, dalam setiap komunikasi yang dijalin PSSI bersama FIFA, tidak pernah ada pembahasan terkait kemungkinan sanksi bagi Indonesia. FIFA, lanjut dia, justru menawarkan bantuan untuk perbaikan sepak bola Indonesia. "Gianni juga menyampaikan beberapa tragedi sepak bola di dunia, seperti Heysel yang menyebabkan perkembangan sepak bola di negara tersebut jadi sangat maju maka beliau (Gianni) mendukung penuh Indonesia untuk memulihkan ini," kata Iwan menjelaskan.

"Jadi beliau tidak bicara soal sanksi bahkan dia menyatakan akan mendukung secara tim dan finansial apabila dibutuhkan untuk memperbaiki infrastruktur di Indonesia,". ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Basket, Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta
wwwwww