Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
20 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
20 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
20 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

PPP Tak Khawatir KIB Pecah Usai Airlangga 'Mesra' dengan Puan

PPP Tak Khawatir KIB Pecah Usai Airlangga Mesra dengan Puan
Ketua DPP PPP Achmad Baidowi (Awiek). (Foto: Dok. Kompas)
Minggu, 09 Oktober 2022 08:10 WIB

JAKARTA - Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pagi kemarin. PPP yang tergabung bersama Golkar dan PAN dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menilai pertemuan Airlangga-Puan adalah hal yang wajar.

"Soal kemudian masing masing partai melakukan penjajakan komunikasi dengan sesama partai politik lainnya, itu hal yang wajar bagian dari komunikasi politik, mencairkan suasana politik biar tidak beku, supaya sistem politik kita tetap berjalan dengan damai, aman, tanpa permusuhan," kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi (Awiek), kepada wartawan, Sabtu (8/10/2022).

Awiek menyebut PPP tidak khawatir KIB terpecah gegara 'kemesraan' Golkar dengan PDIP saat pertemuan Airlangga dan Puan. Ia yakin bahwa KIB akan tetap solid dan tidak akan terpecah. "Politik itu menggembirakan dan kita sih saling menghargai, termasuk PPP berkomunikasi dengan partai lain pun juga tidak ada masalah. Maka dari itu tidak perlu dikhawatirkan, KIB ini tetap akan solid," ucapnya.

"Kalau dilihat dari pidato Pak Airlangga tidak ada kekhawatiran soal KIB akan pecah. Karena KIB sudah komitmen sedari awal untuk bersama-sama," tambahnya.

Dalam pertemuan di Monas tersebut, Airlangga dan Puan melakukan jalan santai dan melakukan sarapan bersama. Setelahnya, mereka berkeliling dengan mobil listrik yang telah disiapkan Airlangga untuk Puan.

Airlangga menceritakan kiprah dua partai tersebut dalam politik dan pemerintahan Indonesia. Dia mengawali ceritanya dengan mengungkapkan keberhasilan Golkar dan PDIP yang bergabung dalam koalisi presiden dan berhasil menangani beberapa permasalahan yang kini sedang Indonesia hadapi.

"Salah satu keberhasilan penangan COVID karena pemerintah mengundangkan Perpu dan UU Nomor 2 Tahun 2020 dan ini langsung disetujui parlemen yang dipimpin Ibu Puan," ujar Airlangga saat melakukan pertemuan dengan Puan di Monas, Sabtu (8/10).

Selain COVID-19, Airlangga menyebutkan Indonesia akan menghadapi tantangan yang lebih besar di tahun 2023 mendatang, salah satunya adalah masalah perekonomian. Namun karena terjalin kerja sama yang baik dari pemerintah dan lembaga berwenang, maka ekonomi di Indonesia masih bisa dikatakan cukup terkendali.

Lebih lanjut, Airlangga menceritakan kiprah Golkar dalam pemerintahan telah nampak sejak pemilu 1955. Di mana pada masa itu, Presiden Soekarno merasa gelisah dengan banyaknya gerakan politik. Pada saat itulah cikal bakal peran Golkar terbentuk dan hadir.

Golkar juga nampak pada masa reformasi Presiden Habibie dan Megawati. Di mana saat itu, Golkar memiliki kursi terbanyak di parlemen tetapi menyetujui reformasi.


"Yang menyetujui pemilihan langsung presiden dalam amandemen keempat adalah waktu itu Presiden Ibu Megawati. Sehingga sejarah ini, mungkin yang mencatat hanya dua partai politik, Golkar dan PDIP," imbuhnya.

"Selama Golkar dan PDIP ada di pemerintahan saya yakin pemerintah bisa berjalan dengan lancar," ungkapnya.

Airlangga juga kembali mengingatkan ke depannya untuk melanjutkan pembangunan. Untuk melakukan hal itu diperlukan dua unsur partai politik terbesar, yaitu PDIP dan Golkar. "Ikan hiu di bawa ke Undip, I love you PDIP," tutupnya dengan pantun.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww