Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Kriminal

DPR Minta Kejati Kaltim Gencar Tangkal Mafia Tanah

DPR Minta Kejati Kaltim Gencar Tangkal Mafia Tanah
Anggota DPR Fraksi Golkar Rudy Mas'ud dalam kunjungan kerja ke Kejari Kaltim beberapa waktu lalu. (foto: ist./dpr)
Senin, 10 Oktober 2022 15:54 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III Fraksi Golkar DPR RI Rudy Mas'ud meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk gencar menangkal mafia tanah, menyusul rencana pembangunan Ibukota Negara Nusantara di Kaltim. Demikian siaran parlemen yang dibaca Senin (10/10/2022).

"Mafia tanah sangat disoroti karena Kaltim didaulat jadi Ibu Kota Negara, untuk itu upaya tangkal mafia tanah ini perlu digencarkan," kata Rudy sebagaimana dikutip GoNEWS.co di Jakarta.

Baca Juga: Puan Minta Seluruh Anggota DPR Hadiri P20 

Baca Juga: KIB Sudah Punya Tiket, Golkar Pastikan Pengumuman Capres Segera 

Selain mafia tanah, Rudy juga meminta agar kejahatan mafia tambang di kawasan IKN tetap diwaspadai, meskipun angkanya terus menurun.

"Di sini dulu marak sekali mafia tambang, sekarang berkurang. Secara tupoksi teknisnya ada di kepolisian tetapi untuk tindak kerugian maupun korupsi ranahnya Kejaksaan. Ini sudah berkurang jangan sampai marak lagi," katanya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww