Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
14 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
13 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
8 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
8 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
8 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
8 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ketimbang Nyinyir ke Nasdem, Hasto Disarankan Genjot Elektabilitas Puan

Ketimbang Nyinyir ke Nasdem, Hasto Disarankan Genjot Elektabilitas Puan
Hasto dan Puan. (Foto: Istimewa)
Kamis, 13 Oktober 2022 14:54 WIB

JAKARTA - Sindiran Sekretaris Jendral (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, kepada Partai Nasdem yang telah memiliki calon presiden (capres) dinilai terlalu mencampuri urusan partai politik (parpol) lain.

Menurut Direktur Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, sebenarnya ada hal yang lebih penting dilakukan PDIP saat ini. Yaitu mendongkrak elektabilitas capres yang digadang-gadang akan diusung PDIP, Puan Maharani.

"Lebih baik membuat strategi agar elektabilitas Puan naik, daripada nyinyir Nasdem yang sudah punya Anies Baswedan (sebagai capres yang diusungnya)," ujar Jerry, Kamis (13/10/2022).

Di samping itu, sindiran Hasto kepada Nasdem dengan membuat perumpaan "bendera Belanda yang dirobek warna birunya" justru menggerus harkat PDIP di mata publik. "Hasto tak perlu menyinyir, karena malah menjatuhkan krediblitas parpol pemenang Pemilu dan Pileg 2019 lalu ini," tuturnya.

Lebih dari itu, Jerry yang merupakan doktor ilmu komunikasi politik lulusan America Global University ini memandang sikap Nasdem memajukan Anies sebagai capres 2024 tak ada hubungannya dengan koalisi pemerintahan Jokowi saat ini.

"Kepentingan koalisi dalam pemerintahan Jokowi tak masalah, contoh menteri PDIP dan Nasdem sama-sama mendukung kebijakan pemerintah, itu keharusan," demikian Jerry.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww