Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
18 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
6 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
17 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
20 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Olympic

Wanda Hamidah Pindah ke Golkar, Ini Jawaban Telak NasDem

Wanda Hamidah Pindah ke Golkar, Ini Jawaban Telak NasDem
Politikus Wanda Hamidah saat acara Konsolidasi Nasional dan Bimtek Fraksi Partai Golkar se-Indonesia tahun 2022, di Hall C, Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2022). (ANTARA)
Sabtu, 22 Oktober 2022 12:33 WIB

JAKARTA - Partai NasDem angkat bicara terkait kepindahan Wanda Hamidah ke Partai Golkar. Menurut Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali, perpindahan tersebut merupakan hak Wanda.

NasDem menghormati keputusan Wanda Hamidah yang kini resmi menjadi kader Partai Golkar. "Kalau pindah ke partai lain itu hak dia," kata Ahmad Ali kepada wartawan, Jumat (21/10/2022).

Ali membenarkan bahwa Wanda Hamidah pernah menjadi calin legislatif dari NasDem pada 2019. Tetapi untuk Pemilu 2024, tidak ada lagi pembahasan ke mana karier politik Wanda akan dibawa.

Wanda sempat menyinggung bahwa kepindahannya ke partai lain, salah satu alasannya ialah Wanda ingin bergabung dengan partai yang tidak menzalimi rakyat. Menanggapi itu, soal ini Ali memberikan respons. "Mengenai pernyataan dia dizalimi, digusur tidak ada pembelaan. NasDem pasti akan selalu berada di garda terdepan bela kepentingan masyarakat, apalagi kader ketika menghadapi permasalahan," kata Ali.

Aktris sekaligus mantan anggota DPR Wanda Hamidah resmi menjadi kader Partai Golkar. Pengukuhan Wanda sebagai kader Golkar dilakukan tepat saat rangkaian perayaan HUT Partai Golkar ke-58.

Wanda sebelumnya tercatat pernah menjadi kader Partai NasDem. Dia diduga hengkang dari NasDem buntut dari rangkaian permasalahan eksekusi paksa rumah keluarganya. Atas kasus tersebut, dia sempat melayangkan tudingan zalim kepada Anies Baswedan yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan calon presiden yang diusung NasDem.

"Tapi ya itulah seperti yang tersirat kurang lebih. Kenapa itu terjadi teman-teman, silakan baca seperti apa. Kira-kira mungkin seperti itu deh ya," kata Wanda, saat diwawancarai di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/10).

Bahkan dia mengakui saat dirinya merasa terzolimi anggota legislatif dan eksekutif tidak ada yang membantu dalam kasus tersebut. "Ketika dalam keadaan dizolimi, apa ada sahabat-sahabat legislatif dan eksekutif yang membantu," ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya memilih bergabung dengan Partai Golkar dan berharap bisa menjadi pelabuhan terakhirnya dalam berpolitik. "Saya berikhtiar politik dengan mempertimbangkan satu persatu partai yang ada di Indonesia rasanya saat ini Golkar merupakan partai yang tepat, buat wadah yang tepat buat saya untuk berjuang dan berkarya," ucapnya.

Dia pun menilai, Partai Golkar merupakan corong bagi masyarakat yang tidak berkuasa untuk menyuarakan rakyat, terlebih seperti dirinya yang merasa terzolimi. "Parpol itu melahirkan para wakil rakyat, semoga benar-benar menjadi corong rakyat, corong masyarakat, corong mereka yang enggak bisa bersuara karena mereka enggak mempunyai kekuasaan. Dan harus diingat kekuasaan itu datangnya dari mereka dari rakyat dan selalu memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan yang lain," imbuhnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww