Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Olympic

Waduh, Setelah Disanksi PDIP, FX Rudy Malah Rayakan Ultah Ganjar

Waduh, Setelah Disanksi PDIP, FX Rudy Malah Rayakan Ultah Ganjar
DPP PDIP memberikan sanksi peringatan keras dan terakhir kepada FX Rudy. (Ari Saputra/detikcom)
Sabtu, 29 Oktober 2022 12:37 WIB

JAKARTA - Sanksi keras yang diberikan Badan Kehormatan DPP PDIP kepada Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo dinilai tidak ditanggapi serius oleh sosok pendukung Ganjar Pranowo itu.

Pasalnya, di dekat kantor DPC PDIP Solo, Rudy justru merayakan ulang tahun Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. "Padahal sebelumnya Rudy di sanksi keras dan terakhir buntut pernyataan dukungannya kepada Ganjar sebagai capres," kata pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (29/10).

Bahkan, kata Jamiluddin, setelah menerima sanksi dari DPP PDIP, Rudy disambut ratusan kader dan sejumlah pengurus DPC PDIP Solo. Dari kejadian itu mengindikasikan, Rudy dan pengurus DPC PDIP Solo terkesan mengabaikan sanksi yang diberikan DPP. "Indikasi itu bermakna, Rudy dan kader PDIP di Solo seperti tidak ada sanksi yang diberikan DPP PDIP," kata Jamiluddin.

Padahal, kata Jamiluddin, sanksi diberikan kepada Rudy masuk kategori keras dan terakhir. Itu artinya, kalau Rudy melakukan kesalahan lagi berpeluang dipecat sebagai kader PDIP. "Namun Rudy terkesan mengabaikan semua itu. Merayakan ulang tahun Ganjar justru terkesan Rudy menantang DPP PDIP," sambungnya.

Oleh karenanya, Jamiluddin menilai apa yang dilakukan Rudy dan kader PDIP di Solo tak ubahnya sebagai “pembangkangan”. Hal itu tentunya berpeluang akan diikuti kader PDIP lainnya di penjuru tanah air.

“Setidaknya bila DPP salah mengambil tindakan terhadap Rudy, maka pembangkangan terhadap DPP akan semakin membesar dan meluas. Kiranya hal itu yang perlu dimenangkan DPP PDIP,” pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta, Jawa Tengah
wwwwww