Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
17 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
19 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
15 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Olympic

Wacana Tes Narkoba di Kampus, BEM SI Tantang Polisi Dites Urine Duluan

Wacana Tes Narkoba di Kampus, BEM SI Tantang Polisi Dites Urine Duluan
BEM SI saat menggelar aski unjuk rasa. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 29 Oktober 2022 12:45 WIB

JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mempertanyakan rencana polisi melakukan tes urine di kampus-kampus Jakarta. BEM SI menantang polisi untuk dites urine lebih dahulu.

"Ini masalahnya, permasalahan dan juga peraturan ini kan untuk seluruh masyarakat Indonesia, kenapa cuma mahasiswa dan juga anak muda doang gitu? Kalau memang mau adil semua masyarakat juga, atau mungkin juga bapak-bapak (polisi) di sini juga dites juga," kata Koordinator Pusat BEM SI Muhammad Yuza Augusti kepada wartawan di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2022).

Yuza mempertanyakan substansi tes urine kepada para mahasiswa tersebut. Yuza juga mempertanyakan riset yang menunjukkan mahasiswa yang disebut lebih banyak menggunakan narkotika.

"Lagi-lagi saya bukan untuk menolak atau menyetujui ya, tapi sebuah kritikan dan juga sebuah substansi yang diambil dari itu tuh apa sebetulnya? Apakah memang karena anak muda yang lebih banyak melakukan? Kan nggak juga. Mana riset dan lain-lainnya? Itu yang kita perlu, jadi hal-hal tersebut yang mungkin masih dipertanyakan masalah tes urine pada anak muda," ujarnya.

Yuza mengatakan banyak permasalahan yang lebih besar yang seharusnya diurus polisi ketimbang tes urine mahasiswa. Di antaranya menyelesaikan Tragedi Kanjuruhan. "Saya bilang mendukung nggak, menolak juga nggak, karena lagi-lagi kita juga butuh klarifikasi, kenapa tiba-tiba semuanya mau dites urine gitu, kenapa tiba tiba. Ibarat ada permasalahan yang lebih besar untuk diurusi, kenapa dana yang lebih besar yang banyak ini selalu untuk hal-hal yang mungkin tidak menjadi sebuah permasalahan besar gitu, tes urine, ya buat apa ? Itu menjadi sebuah permasalahan juga," papar Yuza.

"Kalau memang ternyata ada memang fenomena ini menjadi besar dan perlu diatur ya silakan. Tapi, kalau memang ternyata masih ada PSN masih belum selesai, BBM masih kesulitan dan sekarang masih ada hal-hal, Kanjuruhan belum selesai, Polri, masalah Ferdy Sambo juga belum selesai," lanjutnya.

Sebelumnya, rencana tes urine di kampus dikabarkan Polda Metro Jaya baru-baru ini. Tes urine di kampus direncanakan berlangsung mulai bulan depan dengan frekuensi sebulan sekali. Tes urine ini sedianya akan dimulai di kampus di Jakarta.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah universitas untuk melakukan tes urine. "Ya kita akan join dengan beberapa universitas untuk melakukan tes urine bersama. Semoga program ini bisa sukses dan lancar dengan menekan angka-angka pengguna yang ada di wilayah Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya," kata Mukti, Jumat (21/10/2022).

Mukti menuturkan, tes urine juga dilakukan sebagai barikade dan barrier awal kampus sebagai penjaga moral. Untuk itu, pihaknya berencana menggandeng komunitas untuk pelaksanaan tes urine rutin. "Ke depan Polda Metro Jaya akan mencoba membangun komunikasi dengan beberapa komunitas untuk rutinitas melakukan tes urine sebagai barikade dan barier awal kampus sebagai penjaga moral," kata Mukti.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Umum, DKI Jakarta
wwwwww