Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
13 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
20 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Pembinaan Atlet Berdasarkan DBON Tetap Jadi Prioritas

Pembinaan Atlet Berdasarkan DBON Tetap Jadi Prioritas
Menpora Amali usai Raker dengan Komisi X DPR RI. (Foto: Humas Kemenpora)
Rabu, 09 November 2022 16:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menegaskan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tetap prioritaskan pembinaan dengan memakai Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Sedangkan proses naturalisasi pemain sepakbola profesional merupakan program jangka pendek.

Penegasan itu disampaikan Menpora Amali usai Rapat Kerja (Raker) bersama Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Gedung Nusantara II Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2022).

"Terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan dan anggota Komisi III DPR RI yang telah mengagendakan raker tentang pewarganegaraan atlet dari cabang olahraga sepakbola," kata Menpora Amali didampingi Sesmenpora Gunawan Suswantoro.

Proses naturalisasi di era saat ini menurut Menpora Amali, semakin diperketat. Naturalisasi atlet dari berbagai cabor merupakan cara jangka pendek. Untuk program jangka panjang, pemerintah tetap fokus dan mengandalkan pembinaan atlet sedari usia dini.

"Sekarang kita telah memiliki Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang pembinaannya dari usia dini. DBON ini telah berjalan di berbagai daerah, juga telah dipayungi oleh Perpres No.86/2021 tentang DBON," ujar Menpora Amali pada raker yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Adies Kadir ini.

"Kami memiliki keyakinan beberapa tahun kedepan proses naturalisasi tidak akan seperti sekarang lagi, ketika pembinaan kita (DBON) sudah on the track," tambah Menpora Amali.

Kebutuhan naturalisasi ini adalah dalam jangka pendek. Tahun 2023 Indonesia akan menjadi tuan rumah FIFA World Cup U-20 yang tentu materi yang ada dibutuhkan untuk penambahan-penambahan.

"Naturalisasi ini untuk mengisi tim senior karena ada beberapa even yang akan dihadapi sehingga dibutuhkan tambahan-tambahan untuk melengkapi timnas baik timnas senior maupun untuk U-23," ucap Menpora Amali.

Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej menyampaikan, kebijakan pemerintah di bidang kewarganegaraan dalam rangka naturalisasi atlet sejalan dengan kebijakan pemerintah dibidang olahraga, untuk meraih prestasi di ajang kompetisi tingkat regional dan internasional sehingga mengharumkan nama bangsa Indonesia.

"Naturalisasi merupakan langkah bijak untuk memajukan prestasi timnas Indonesia. Naturalisasi dapat membuka peluang bagi atlet keturunan Indonesia yang lahir dan berkarier di luar negeri untuk dapat membela timnas Indonesia," ucapnya.

"Untuk itu dimohonkan persetujuan Komisi III DPR RI terhadap permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan RI atas nama Shayne Elian Jay Pattynama," tambah Edward.

Sementara dikesempatan yang sama, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyampaikan, proses naturalisasi adalah atas permintaan pelatih timnas Indonesia, namun PSSI telah melakukan kajian kembali.

"Besar harapan kami dan para pecinta sepakbola tanah air, mohon kiranya Anggota dan Pimpinan Komisi III DPR RI bisa menyetujui naturalisasi dari Shayne Pattynama ini," harap Iwan Bule. ***

wwwwww