Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
21 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
7 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
20 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
5
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Fahri Hamzah: Partai Politik Sekarang Pakai Logika Dagang!

Fahri Hamzah: Partai Politik Sekarang Pakai Logika Dagang!
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 19 November 2022 19:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengkritisi partai politik habis-habisan. Fahri Hamzah menyebutkan bahwa para pendiri partai atau petinggi partai kini sudah seperti pedagang, bukan menjajakan ideologi.

"Partai politik ada krisis ini, lihat saja partai politik kan harusnya lembaga intelektual kan pendiri harunya pemikir pemilik ideologi," ungkap Fahri Hamzah di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia.

"Di indonesia dulu seorang tokoh nasionalis besar Soekarno mendirikan partai nasionalis seorang sosalis seperti Syahrir mendiriikan PSI, Pak natsir ideologi Islam mendirikan Masyumi, ini orang jago berpikir yang mendirikan partai," imbuhnya.

Membandingkan dengan partai politik sekarang, Fahri Hamzah menyebutkan bahwa ideologi bukan lagi yang utama. Dia lebih lanjut menyebut partai politik belakangan bernalar bak pedagang. "Tapi kalau kita lihat hari ini, ini kan pedagang yang mendirikan parta politik atau sebenarnya tergerus oleh logika pedagang, bagaimana enggak kena krisis partai?" imbuhnya.

Hal ini yang kemudian membuatnya bersama Anis Matta membentuk partai baru. "Maka kita buat partai politik, dulu saya berharap PKS bisa, tapi udah kena krisis. Feodalismenya dahsyat ada kelompok tertentu yang sulit dikiritik," ungkap Fahri yang sebelumnya memang berasal dari PKS.

"Maka akhirnya kita buat partai, kita siapkan buku dari sebelum dan setelah republik, kelompok ketiga, lalu buat buku arah baru bagaimana kita meng set up negara ini," imbuhnya.

Fahri menyebutkan bawa logika berdagang partai sepeeti megutamakan tokoh ketimbang pola pkir. Kondisi ini yang membuat proses politik menjadi bersifal lebih transaksional.***

wwwwww