Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Beladiri

Detik-detik Mengerikan KKB Bunuh Tukang Ojek di Pegunungan Bintang Papua

Detik-detik Mengerikan KKB Bunuh Tukang Ojek di Pegunungan Bintang Papua
Detik-detik KKB menyerang tukang ojek di Pegunungan Bintang. Foto: Dokumen Istimewa.
Senin, 12 Desember 2022 23:59 WIB

JAYAPURA - Video kelompok kriminal bersenjata (KKB) membunuh 3 tukang ojek di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan beredar. Video tersebut menunjukkan detik-detik anggota KKB menghabisi nyawa korban.

Dalam video beredar, terlihat korban mengenakan jaket warna merah muda sedang ditodong senjata laras panjang, kapak, parang, dan belati. Sekujur tubuh korban juga berlumuran darah. Tampak korban meminta ampun hingga menyembah agar dirinya tak dianiaya. Tapi terlihat beberapa korban dianiaya dengan parang.

Dalam video lainnya, terekam korban sudah tak bernyawa dengan mengenakan mantel dan helm. Anggota KKB kemudian mengatakan bahwa korban merupakan anggota badan intelijen nasional yang bertugas memata-matai keberadaan KKB.

Walau sudah tak bernyawa, korban tetap dianiaya dengan parang. Terlihat pula salah satu anggota KKB menunjukkan senjata laras pendek. "Video ini kami buat untuk dan publikasi untuk nasional dan internasional. Selamat menyaksikan," terdengar suara pria dalam video tersebut.

Sementara dalam video lainnya, KKB membentangkan bendera bintang kejora di atas jenazah korban. "3 orang ini bukan tukang ojek. Tetapi 3 intel Polri. Jadi kepada Jokowi setop masukkan tukang ojek, tukang bakso atau pedagang ke sini. Kami siap eksekusi," ujar seorang pria dalam video itu.

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito membenarkan video yang beredar tersebut. Namun dia membantah tudingan korban merupakan anggota intelijen. "Video yang beredar itu sangat tidak manusiawi. Mereka sangat bejat. Saya tegaskan ketiga korban itu adalah masyarakat sipil," ujar Cahyo, Senin (12/12/2022).

Cahyo menegaskan apa yang dituding kelompok KKB merupakan bagian dari pembenaran atas perbuatan mereka. Menurutnya, pola seperti itu kerap dilalukan ketika membunuh. "Semua orang tau lah. Setiap mereka membunuh masyarakat sipil selalu katakan itu anggota TNI, Polri atau dikatakan intel yang menyamar. Itu biasa mereka katakan ketika membunuh di Puncak, Intan Jaya atau daerah lain. Itu hanya sebuah pembenaran atas perbuatan bejat yang mereka lakukan," tegasnya.

Untuk diketahui, video yang beredar terkait peristiwa tewasnya 3 orang tukang ojek akibat ulah Kelompok KKB. Ketiga tukang ojek itu tewas dianiaya dan ditembak di Pangkalan Kali Digoel, Distrik Oksem, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (5/12) lalu.

Ketiga korban merupakan warga Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mengadu nasib ke Pegunungan Bintang dengan berprofesi sebagai tukang ojek. "Ketika tukang ojek yang tewas adalah La Usu (25), Amanzani (42) dan La Ati. Peristiwa penyerangan itu bermula saat para tukang ojek menunggu penumpang," ungkap Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sunarkito, Selasa (6/12) lalu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Beladiri, Papua
wwwwww