Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
9 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
21 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
20 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
22 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
18 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pengamat: Aneh, Jika Ada Kelompok yang Khawatir dengan Kekuatan Anies Baswedan

Pengamat: Aneh, Jika Ada Kelompok yang Khawatir dengan Kekuatan Anies Baswedan
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah. (Foto: Istimewa)
Selasa, 20 Desember 2022 14:00 WIB

JAKARTA - Bakal calon presiden (Bacapres) Partai Nasdem Anies Baswedan yang dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI atas tudingan curi start oleh Aliansi Pemuda Cinta Demokrasi (APCD) dinilai aneh.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai bahwa itu seolah menunjukkan ada pihak-pihak tertentu yang merasa khawatir dengan Anies.

Pasalnya, kampanye itu biasanya dilarang di saat pekan tenang menjelang pemilihan, sehingga sosialisasi sebelum masa itu tidak masuk kategori larangan.

"Kekhawatiran kelompok tertentu pada Anies cukup aneh, seolah Anies miliki kekuatan besar yang layak ditakuti," kata Dedi di Jakarta, Selasa (20/12/2022).

Padahal, kata pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, tokoh lain yang digadang capres-cawapres pun sudah melakukan sosialisasi untuk pencapresan.

Namun, ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu sosialisasi dan warga yang hadir membludak langsung dinilai pelanggaran pemilu. "Padahal Anies tak ubahnya tokoh lain yang sedang membangun hubungan politik dengan publik, dan itu baik," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww