Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
10 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
22 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
21 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
23 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
19 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  Olympic

Rocky Gerung Duga Pemerintah Coba Tutupi Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Rocky Gerung Duga Pemerintah Coba Tutupi Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kecelakaan anjloknya jalur kereta cepat Jakarta- Bandung. (Foto: Istimewa)
Selasa, 20 Desember 2022 13:47 WIB

JAKARTA - Rocky Gerung menduga pemerintah mencoba menutup-nutupi kecelakaan di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) demi menghindari munculnya analisis-analisis negatif terkait proyek tersebut.

Dilansir dari Warta Ekonomi pada Selasa (20/12), akademisi Rocky Gerung mengatakan pemerintah tampak berupaya menutupi pemberitaan terkait kecelakaan yang terjadi akhir pekan lalu itu. "Kita ingin tetap headline itu, breaking news, ini tidak menyebabkan rasa busuk atau analisis macam-macam walaupun sebenarnya sudah terjadi," kata Rocky.

"Sebetulnya orang juga akan bertanya apa betul intelijen Kodam Siliwangi yang memantau duluan itu dan kenapa itu justru data yang beredar. Jadi, ada macam-macam kecurigaan itu muncul karena peristiwa itu ditutupi terkesan ditutup-tutupi," tambahnya.

Terlebih, kata Ricky, korban meninggal dunia dalam perstiwa ini adalah pekerja asal China sehingga kecelakaan ini dapat memengaruhi hubungan bilateral Indonesia dan China serta keberlanjutan proyek itu sendiri.

"Setiap kali kita bicara tentang kereta cepat kita juga berpikir tentang hubungan politik China dan Indonesia. Apa di situ ada soal pemantauan intelijen segala macam, bisa juga. Apakah ada device yang agak-agak canggih di situ sehingga salah setting default pabrikannya," katanya.


Seperti dilaporkan sebelumnya, kecelakaan yang melibatkan rangkaian kereta kerja berupa lokomotif kerja dan mesin pemasangan rel (ballasted) terjadi di Kampung Campaka, Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Minggu (18/12) sore.

Dua Warga Negara Asing (WNA) asal China, Chang Shin Shang (40) dan Chang Shin Yung (36). dilaporkan tewas dalam peristiwa kecelakaan yang melibatkan kereta teknis dan lokomotif Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Keduanya merupakan pekrja teksnis KCJB. "Ya, betul. Info dari Kapolda Jabar (dua korban meninggal dunia WNA). Pekerja teknis," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, kepada wartawan, Senin.

Selain dua korban meninggal dunia, Dedi mengatakan ada lima korban lain yang mengalami luka berat. Dedi menyebut seluruh korban telah teridentifikasi. Dua korban luka di antaranya bernama Wang jiji dan Jie Thencang. Kemudian para korban meninggal dan luka dibawa ke RS Santosa Kebon Jati Bandung.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww